•   Senin, 6 April 2020
Peristiwa Nusantara

BMKG: Hujan Angin, Seminggu ke Depan

( words)
Foto: SP/Julian, Sejumlah kendaraan berjalan perlahan di tengah tingginya banjir di kawasan Ngesong Surabaya, Senin (29/4) sore. Hujan deras selama sekitar empat jam menyebabkan sejumlah kawasan di kota Surabaya tergenang air.


Rangga Putra-Hermi,
Wartawan Surabaya Pagi
Akhir-akhir hujan di kota Surabaya dan sekitarnya makin sering dengan durasi waktu cukup panjang. Seperti terjadi Minggu malam dan Senin (29/4/2019) kemarin. Akibatnya, banjuir di jalur pusat kota Surabaya yang menyebabkan kemacetan di mana-mana. Bahkan, kampung-kampung pun tergenang. Cuaca ekstrem ini menjadi tanda tanya, mengingat April ini sudah memasuki musim kemarau.
Ternyata, cuaca tak biasa itu karena adanya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Ocillation (MJO) fase basah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan hujan lebat disertai angin kencang ini tak hanya di Surabaya. Tapi juga di sejumlah daerah di Jawa Timur, yang masih akan terus berlangsung hingga 5-7 hari ke depan.
Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, MJO itu merupakan gelombang atmosfer di wilayah tropis yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia. "Kondisi ini akibat dari interaksi atmosfer dan lautan secara global dengan periode 30 hingga 90 hari dan bergerak merambat ke arah Timur," jelas dia, Senin (29/4) kemarin.
Ia mengatakan, saat ini fenomena tersebut berperan dalam peningkatan massa udara basah, di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur. "Selain itu, terdapat pusaran angin yang berada di Utara Jawa," katanya.
Fenomena-fenomena tersebut, kata dia, memperkuat potensi terbentuknya awal Cumulonimbus yang menyebabkan terjadinya hujan-hujan dengan intensitas deras dan juga angin kencang sesaat. "Serta terjadinya peningkatan intensitas semburan petir di Wilayah Jawa Timur," katanya.
Ia mengatakan, kondisi peningkatan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Jatim ini diperkirakan akan terjadi hingga sepekan ke depan. "Kami mengimbau kepada masyarakat Jatim supaya selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang," katanya.
Sebelumnya, di sebagian wilayah Pasuruan Jawa Timur, terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 centimeter sampai dengan 150 centimeter. Bahkan, banjir yang melanda wilayah tersebut sempat menutup jalur pantura, tepatnya di wilayah Kraton, Pasuruan.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur kota Surabaya, Senin (29/4/2019), berbuah genangan di jalur pusat Kota Surabaya. Genangan mengakibatkan kemacetan panjang dan sejumlah motor mogok. Kemacetan lalu lintas terasa sejak Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang, Jalan Blauran, Pacar Kembang, Jalan Arjuna hingga jalan raya Banyu Urip. Kemacetan panjang di Jalan Basuki Rahmat karena genangan cukup tinggi di depan dealer Honda dan Yamaha. Sehingga mengakibatkan antrean kendaraan.
Beberapa pengendara motor juga terpaksa memilih naik ke pedestrian karena genangan cukup tinggi dan bisa berakibat motor khususnya matic mogok.
"Gak bisa dipaksa mas, kalau genangan tinggi," ujar salah seorang pengendara motor.
Beberapa pengendara juga tampak saling mengingatkan kalau di Embong Malang dan Blauran genangan lebih tinggi sehingga di Basuki Rahmat macet. Tak hanya jalanan yang macet karena banjir. Perkampungan di pusat kota, juga banjir. Seperti terlihat di Petemon dan sekitarnya. Juga sebagian di wilayah Simo. Tampak gang perkampungan ditutup warga karena banjir di atas lutut orang dewasa. n

Berita Populer