Kota Mojokerto Bakal Bangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja

Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2022. SP/Dwy Agus Susanti

 SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto bakal membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) tahun 2022 mendatang. 

Proyek strategis yang bersumber dari dana APBN senilai Rp. 15 milyar ini bakal di bangun di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon seluas 4 hektar.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan pembangunan IPLT ini sudah masuk dalam program prioritas Kota Mojokerto tahun 2022 nanti.

"Ini adalah proyek strategis hadiah dari pemerintah pusat, karena di penghujung tahun 2020 kemarin kita meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award dari Kementerian Kesehatan," ujar Walikota saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2022 di Pendopo Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto, Rabu (13/1) siang.

Walikota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan, penghargaan  STBM berkelanjutan sebagai Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

"Kota Mojokerto mampu membuktikan sebagai daerah yang bebas dari perilaku masyarakat yang sengaja buang air besar di sembarang tempat," tegasnya.

Atas capaian prestasi itu, tahun 2022 akhirnya Kota Mojokerto ditunjuk sebagai lokasi strategis pembangunan IPLT oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk mengurangi pencemaran dari limbah tinja sekaligus mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman saat menjalani tatanan kenormalan baru (new normal)," tegasnya.

Dengan adanya fasilitas ini, lanjut Ning Ita, limbah tinja yang dibawa truk tinja secara periodik akan diolah di IPLT ini. "Hasil pengolahannya aman dibuang ke saluran air dan diharapkan bisa mengurangi pencemaran air dan tanah dari bakteri ecoli,” katanya.

Terpisah, Kepala Bappedalitbang Pemkot Mojokerto, Agung Moeljono mengatakan pembangunan IPLT ini sudah masuk dalam kajian teknis perencanaan. Proyek ini murni menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

"Kita hanya menyiapkan lahan saja, untuk anggaran dan pelaksanaannya semua dari pemerintah pusat," tukasnya.

Mantan Kepala BPPKA ini menambahkan selain pembangunan IPLT, ada enam program lagi yang masuk skala prioritas Kota Mojokerto. 

Diantaranya, pengendalian banjir, pembangunan jaringan air bersih di wilayah barat, pembangunan infrastruktur, peningkatan perekonomian masyarakat, pengembangan pariwisata dan penyediaan dana cadangan untuk pemilu.

"Prioritas pembangunan tersebut sesuai dengan arah kebijakan tahun 2022 yakni penguatan SDM didukung penyediaan infrastruktur yang mendukung investasi untuk pemerataan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah," pungkasnya. Dwy