•   Rabu, 8 April 2020
Agrobisnis

Setiajit Serahkan Bantuan Sarang Burung Hantu dan Obat Anti Tikus Ke Petani Tuban

( words)
Kepala Dinas ESDM Jatim serahkan obat pembasmi Hama Tikus ke petani.


SURABAYAPAGI.COM, Tuban - Serangan hama Tikus hingga kini memang menjadi momok yang tak pernah usai bagi para petani. Keberadaan hewan pengerat yang mempunyai masa beranak pinak sangat cepat itu nyatanya sulit dikendalikan agar tak merusak tanaman.

Merasa prihatin atas nasib para petani itu, menggerakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Setiajit untuk memberikan bantuan berupa sarang burung Hantu dan obat pemasmi hama Tikus kepada petani Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Tuban. Rabu, (29/01/2020) sore.

Sebanyak 3 buah sarang burung Hantu diberikan. Yangmana jika menengok teori siklus rantai makanan, Burung Hantu merupakan predator pemakan daging. Sehingga keberadaan Burung Hantu di sawah petani selain mampu menakuti Tikus, juga dapat membantu mengurangi jumlah dengan memangsanya.

Di moment yang sama pula, beberapa kardus berisikan obat pembasmi tikus yang turut dibawa oleh Setiajit, langsung menjadi rebutan para petani yang hadir.

Kepada awak media Setiajit mengatakan, bantuan yang diberikan memang merupakan bentuk keprihatinan kepada petani. Menurutnya, hal itu lantaran dalam sekali masa tanam saja, petani seringkali menghadapi cobaan dari dua hama sekaligus.

Cobaan pertama berupa Hama ulat yang biasanya muncul di 30 hari awal masa tanam, biasanya yang rentan oleh serangan Hama Ulat adalah tanaman Jagung. Kemudian setelah masa awal tanam itu berlalu, cobaan kedua muncul yakni adanya serbuan dari Hama Tikus.

"kami prihatin dengan nasib petani, di awal masa tanam diserang hama ulat, habis itu disusul hama Tikus,".

Lebih lanjut, Setiajit juga sedang merencanakan menyerahkan bantuan ke petani desa lain sesuai usulan kebutuhan kelompok tani masing- masing. Sehingga adanya usulan dari petani tersebut dapat ia sampaikan langsung kepada Gubernur.

Setelahnya, setiajit juga menyatakan bersedia membantu bibit jagung jika memang para petani berniat menanam jagun kembali, sebagai ganti tanaman jagung yang sebelumnya telah rusak baik itu akibat hama ulat maupun hama Tikus.

"Ini juga berencana memberikan bantuan ke petani di desa lain sesuai usulan kelompok tani masing- masing," tandasnya.

Berita Populer