Juarai Civil Engineering Expo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Prestasi membanggakan kembali hadir dari empat mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kali ini, hal tersebut berasal dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil dan Transportasi Laut. Mengangkat konsep pemecahan masalah perbedaan harga beras di Indonesia, khususnya Papua, tim ini berhasil membawa pulang gelar juara pertama pada kompetisi ITB Civil Engineering Expo (ICEE). Berlatar belakang tingginya perbedaan harga beras di Provinsi Papua yang mencapai hingga 32 persen diiringi dengan permintaan beras yang meningkat setiap tahun, tim yang bernama 945-WT ini menghadirkan sistem baru terkait efisiensi penyaluran beras untuk daerah Papua. Mujaddid Ma’ruf, ketua tim 945-WT, mengatakan bahwa sistem buatannya yang bernama I-LOG ini mampu menyatukan sistem logistik, transportasi laut dan mengembangkan pelabuhan di Indonesia timur. Untuk sistem logistik, tim bimbingan Achmad Mustakim dan Hafiizh Imaddudin ini membuat rute paling efektif yang diambil dari tol laut Pelni. Rute pertama dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Sorong, kemudian dari Tanjung Perak ke Jayapura dan yang terakhir dari Tanjung Perak ke Merauke. ”Pemilihan ketiga pelabuhan ini karena sudah adanya trans Papua yang menghubungkan ketiganya melalui jalur darat,” tutur mahasiswa Diploma 3 Teknik Infrastruktur Sipil tersebut. Tim yang mendapat juara pada kategori Call for Paper (CFP) dengan tema Inovasi Pengembangan Sistem dan Infrastruktur Transportasi Laut dalam Menunjang Sistem Logistik di Indonesia ini juga melakukan inovasi di bidang transportasi laut. Membangun sebuah kapal yang optimal dengan beban berguna yang dapat diangkut sebesar 500 TEUs (twenty-foot equivalent) dan beban kapal sebesar 10.000 DWT (deadweight tonnage). “Kita juga memodifikasi dermaga di panjang tambatan dan perluasan depo peti kemas, sehingga dapat ditambati oleh kapal yang direncanakan tadi,” beber Mujaddid lebih lanjut. Saat ditanya mengapa memilih komoditas beras, Mujaddid menjelaskan bahwa meskipun di Papua terdapat banyak sagu namun kebanyakan penduduknya berasal dari daerah di luar Papua yang terbiasa menjadikan beras sebagai makanan utama. Sehingga mengakibatkan permintaan beras menjadi tinggi dan subsidi beras belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan dan hanya mampu memenuhi sebanyak 24 persen dari total permintaan. “Dengan cara itu, kami ingin mengurangi perbedaan harga beras dari 32 persen menjadi 6 persen,” tuturnya. Dalam kompetisi ini, tim ITS berhasil mengungguli tim-tim dari ITB sebagai tuan rumah yang harus puas menduduki juara II, III, dan IV. Dari kelima finalis yang lolos, ITS satu-satunya tim dari luar tuan rumah ITB yang mendominasi dengan meloloskan empat tim.ifw
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…