Juarai Green Wave Competition di Singapura

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Kali ini prestasi membanggakan itu diukir oleh tim dari Departemen Teknik Transportasi Laut yang berhasil memboyong juara pertama dalam ajang Green Wave Enviromental Care Competition di Singapura. Penghargaan pemenang Green Wave Competition ini diserahkan oleh Menteri Lingkungan dan Sumberdaya Air Singapura, Masagos Zulkifli Bin Masagos Mohamad di Marina Mandarin, Singapura, Jumat (2/2/2018). Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD, turut hadir mendampingi dalam gelaran tersebut. Selain dari Departemen Teknik Transportasi Laut, dalam tim lainnya juga ada dari Departemen Teknik Perkapalan. Ajang yang penilaiannya sudah dilangsungkan sejak 8 November 2017 lalu ini merupakan kompetisi tingkat internasional yang diadakan oleh Sembcorp Marine’s School Environmental Care Project Committee, perusahaan yang ada di Singapura. Dalam kompetisi tersebut, ITS memenangkan beberapa award, antara lain Best Champion, Best Presenter, Merit Award, dan Commendation Award. Ada tiga tim yang mewakili ITS dalam ajang tersebut. Namun, hanya satu tim yang lolos sampai tiga besar dan akhirnya jadi juara. Tim tersebut terdiri dari Zefri Irawan, Shinta Johar Alif Rahadi, Rachmad Ananto Wicaksono, dan Dwiki Febrianto yang menggagas mesin untuk mengatasi masalah limbah atau sampah serat kelapa. Berawal melihat kondisi saat ini banyak masyarakat lokal di daerah pesisir pantai yang belum mengerti cara mengelola limbah serat kelapa dengan benar. Alhasil, mereka hanya membakar serat kelapa tersebut yang mengakibatkan timbulnya polusi udara. Dari situlah muncul ide Coco Fibers Converter (COFITER): Integrated Machine to Convert Coco Fibers into Green Concrete Rooftop. Tim ITS ini berhasil menjawab tantangan yang diberikan untuk menciptakan alat yang ramah lingkungan. COFITER dapat mengonversi limbah serat kelapa menjadi genteng yang kuat, murah, cepat dan eco-friendly. Hal yang membuat mesin ini unggul daripada yang lain yaitu karena mampu menangani tiga masalah sekaligus, yakni masalah ekonomi, lingkungan dan sosial. Keunggulan lain dari mesin ini, dapat meredam polusi seminimal mungkin dan tentunya akan dibandrol dengan biaya yang murah, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Seiring dengan meningkatnya permintaan perumahan, meningkat pula permintaan genteng rumah. “Nantinya diharapkan mesin ini dapat membantu dalam hal pemberdayaan masyarakat, sehingga kesejahteraan bisa masyarakat meningkat,” ungkap Ir Tri Achmadi PhD, Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut yang ditemui di ruang kerjanya. Ia juga menambahkan, kalau nantinya mesin ini juga bisa membantu pemerintah Indonesia dalam pengelolaan limbah dan penyediaan atap untuk Program Sejuta Rumah. Tri mengaku, ITS sudah keempat kalinya mengikuti ajang bergengsi tersebut dimulai sejak tahun 2014. Namun baru kali ini bisa mengalahkan kampus ternama National University of Singapore (NUS). “Ternyata tidak kalah hebat kualitas mahasiswa ITS dengan mahasiswa di luar sana,” ujarnya bangga. Malah sebelumnya, kata Tri, di ajang tersebut belum pernah ada yg berhasil meraih juara pertama karena tidka sesuai kriteria penilaian yang ditetapkan. Tri mengatakan kalau ia selalu menanamkan pemikiran dalam benak anak didiknya bahwa hadiah dalam lomba itu hanya bonus. “Kebermanfaatan dari alat yang diciptakanlah yang penting,” lanjutnya mengingatkan. Menurut Tri, sudah sepatutnya ITS sebagai kampus teknologi memberikan inovasi nyata yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan. “Bayangkan saja Singapura yang penduduknya sedikit mampu mencuci otak para generasinya untuk menciptakan lingkungan yang ramah,” tuturnya takjub. Tri berharap Indonesia mau melirik untuk meniru yang dilakukan negara singa tersebut. Ia melihat adanya kesungguhan dari pemerintah Singapura dalam menjaga lingkungan. Hal ini terbukti dari gelaran lomba ini, di mana yang berpartisipasi dibagi menjadi empat kategori yakni tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. “Mereka itu pintar dalam menanamkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah lingkungan dan sekitarnya,” ungkap pria yang bergerak di bidang pelayaran tersebut.ifw
Tag :

Berita Terbaru

Antisipasi Kriminalitas Profesi, Pemkab Magetan Jamin Perlindungan Hukum Bagi Guru Jenjang TK - SMP

Antisipasi Kriminalitas Profesi, Pemkab Magetan Jamin Perlindungan Hukum Bagi Guru Jenjang TK - SMP

Kamis, 09 Apr 2026 11:30 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 11:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya antisipasi terjadinya kriminalisasi terhadap profesi guru di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melalui Dinas…

Bukan Sekadar Fasilitas, The Nook Picu Perpecahan di Graha Famili

Bukan Sekadar Fasilitas, The Nook Picu Perpecahan di Graha Famili

Kamis, 09 Apr 2026 11:17 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polemik pembangunan fasilitas baru kembali mengemuka di kawasan hunian premium Surabaya Barat, Graha Famili. Proyek bertajuk “The N…

Komitmen Perbaiki Masalah Lingkungan, Pemkab Sidoarjo Percepat Penataan TPS-3R

Komitmen Perbaiki Masalah Lingkungan, Pemkab Sidoarjo Percepat Penataan TPS-3R

Kamis, 09 Apr 2026 11:00 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya perbaikan lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat penataan Tempat Pengolahan Sampah - Reduce,…

Pasca Keluhkan Stok Langka, Pemkab Lumajang Dapat Tambahan 18 Ribu Elpiji Melon

Pasca Keluhkan Stok Langka, Pemkab Lumajang Dapat Tambahan 18 Ribu Elpiji Melon

Kamis, 09 Apr 2026 10:58 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pasca menindaklanjuti keluhan terkait distribusi stok elpiji yang mulai langka di wilayah Lumajang, kini PT Pertamina Patra Niaga…

Lewat Program Jamula, Pemkab Lamongan Targetkan Tingkat Kemantapan Jalan 63,55 Persen

Lewat Program Jamula, Pemkab Lamongan Targetkan Tingkat Kemantapan Jalan 63,55 Persen

Kamis, 09 Apr 2026 10:44 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 10:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menindaklanjuti maraknya kasus jalan yang rusak dna butuh perbaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan telah menargetkan…

Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air

Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air

Kamis, 09 Apr 2026 10:34 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 10:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai upaya menghadapi tantangan musim kemarau pada Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen dengan…