Bermodal Jenglot, Kakek di Jember Tipu Korban Ratusan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Abdul Kahar, tersangka penipuan bermodal benda mirip jenglot
Abdul Kahar, tersangka penipuan bermodal benda mirip jenglot

i

SURABAYAPAGI.COM, Jember – Berdalih bisa melipatgandakan uang hingga miliaran rupiah dengan mengggunakan benda mistis (jenglot) seorang pria di Jember berhasil menipu korbannya hingga ratusan juta.

Pelaku yang sudah tidak muda itu diketahui identitasnya Abdul Kahar (62), warga Dusun Gumuk Segawe, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. Sedangkan korban adalah Romlan (62), warga Desa Grati, Kecamatan Grati, Pasuruan.

"Melalui temannya, korban ini awalnya datang ke rumah tersangka. Kepada korban, tersangka mengaku bisa menggandakan uang hingga miliaran dengan media jenglot," kata Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto, Selasa (5/4/2020).

Terbujuk omongan pelaku, korban akhirnya mengirim sejumlah uang kepada pelaku dengan cara mentransfer ke nomor rekening bank milik anak pelaku. Transfer dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2019. Hingga kini total uang yang telah ditransfer mencapai Rp 370 juta.

Kepada korban, Abdul Kahar mengaku jika uangnya telah dikubur di tempat pemakaman. Dan dengan media jenglot yang dimiliki pelaku, uang tersebut akan digandakan menjadi Rp 3 miliar.

Namun, hingga berbulan-bulan uang yang dijanjikan oleh pelaku belum juga menunjukkan hasil.

"Tapi sampai menunggu lama, korban ini tak juga mendapatkan hasil. Uangnya yang katanya bisa berlipat tak juga terwujud," ujar Sunarto.

Merasa ada yang janggal, akhirnya korban meminta Abdul Kahar untuk mengembalikan uang miliknya. Namun, oleh pelaku ditolaknya. Ia berdalih uang tersebut tidak bisa dikembalikan.

Korban yang marah langsung melaporkan Abdul Kahar kepada polisi.

"Korban melapor ke kita. Dan kita tindaklanjuti. Kemarin tersangka pelaku penipuan itu sudah kita tangkap," tandas Sunarto.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sebuah benda mirip patung jenglot, uang mainan 150 lembar, tas berisi mainan, 26 lembar struk transfer dan sebuah buku tabungan.

"Ternyata yang katanya uangnya dikubur itu bukan uang asli yang dikirim korban, tapi uang mainan. Uang aslinya nggak dikubur sama sekali. Uang mainannya sudah kita sita sebagai barang bukti," kata Sunarto.

"Kita akan kembangkan kasus ini. Sebab kuat dugaan melibatkan orang lain. Korbannya juga kita duga lebih dari satu. Juga tentang kemana larinya uang milik korban, juga kita telusuri, mengingat jumlahnya sangat besar," sambung Sunarto.

Tag :

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…