Mimpin Surabaya Jangan Gunakan Ego Sektoral

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Surokim Abdussalam
Pengamat Politik Surabaya Survey Center (SSC)
Surokim Abdussalam Pengamat Politik Surabaya Survey Center (SSC)

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam situasi darurat seperti ini memang yang harus dikedepankan itu ya pertimbangan kemanusiaan. Surabaya mestinya ya nggak bisa kalau kemudian harus menolak warga non Surabaya, karena kan Surabaya kota metropolitan. Orang kan nggak boleh mudik dan harus stay di Surabaya dan Surabaya memiliki fasilitas yang lengkap.

Jadi persoalannya disitu, memang kapasitas rumah sakit itu overload, tidak kemudian menghalangi orang untuk berobat ke rumah sakit lalu bukan warga Surabaya ditolak seperti itu. Itu kan bukan berdiri diatas pertimbangan kemanusiaan, yang perlu diberi solusi itu kan berarti menambah jumlah rumah sakit darurat.

Berarti, harus ada kolaborasi dan kerjasama antara Pemprov dengan Pemkot. Sama-sama mereka punya aset. Aset mana yang di miliki Pemprov dan juga Pemkot yang bisa dipakai untuk rumah sakit darurat. Jadi solusinya betul-betul berdiri di atas pertimbangan kemanusiaan. Kalau Surabaya hanya ngurusin Surabaya itu tidak bisa, karena mobilisasi orang yang ber-KTP non Surabaya itu ratusan ribu. Karena mereka mengandalkan bekerja di Surabaya.

Jadi menurut saya memang ego sektoral yang begitu harusnya berdiri di atas pertimbangan kemanusiaan, karena situasinya memang rumit.

Namun, saya lihat disini, bisa berdampak pada politik sosial itu sendiri. Jadi memang dibutuhkan kepemimpinan yang empatik melindungi, jadi kepemimpinan empatik melindungi itu ya pertimbangan kemanusiaan itu di atas pertimbangan yang lainnya. Sehingga dalam posisi seperti itu jangan gunakan pertimbangan yang sifatnya politis, kalau politis nanti yang lain-lain tidak akan dapat efek apa-apa. Apakah efek citra, efek elektabilitas, apakah relasi kuasa untuk kontestasi dan lain-lain, tidak akan dapat apa-apa. Karena situasi saat ini publik sedang melihat, mengetes kepemimpinan baik yang ada di kota maupun di provinsi itu kepemimpinan dengan tipe seperti apa.

Jadi seperti ini, seorang pemimpin yang melindungi dan memiliki sifat empatik akan memiliki efek luar biasa secara politis. Hal ini berbeda kalau hanya mengandalkan ego sektoral saja. Publik bisa menilai sendiri. Karena, hal ini dapat menciderai kepentingan publik. Sangat bahaya.

Jadi saya harap, Wali Kota Surabaya sebagai pemimpin jangan terlalu panik menghadapi situasi Covid-19 ini.

Karena kondisi pandemi ini sudah mendunia. Dan hampir dialami seluruh pemimpin, karena memang tidak ada yang siap. Jadi semestinya langkah yang diambil itu langkah tenang. Tidak perlu harus mengklaim cara kepemimpinan dia lebih baik, memblaw kepemimpinan lain. Fokuslah pada kepemimpinannya dengan berlandas atau berbasis pada kemanusiaan tadi.

Jadi, menurut saya, Bu Risma tidak perlu panik, tetapi sekali lagi yang perlu di koreksi adalah pertimbangan ego sektoral itu mohon tidak dijadikan pertimbangan, tapi jadikanlah pertimbangan kemanusiaan sehingga dia bisa melindungi semua orang yang ada di Surabaya dengan cara kolaboratif. Jadi kuncinya adalah kepemimpinan transformatif dan kolaboratif. byt/cr2

Berita Terbaru

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…

Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan UMKM Warga Jalan Kunti, Ubah Stigma Kampung Narkoba

Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan UMKM Warga Jalan Kunti, Ubah Stigma Kampung Narkoba

Minggu, 18 Okt 2026 15:17 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya mengubah stigma kampung narkoba yang ada di Jalan Kunti, Surabaya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah…