Petani Kabupaten Tuban Keluhkan Distribusi Pupuk Bersubsidi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. SP/ TRB
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. SP/ TRB

i

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur  mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, hal tersebut sangat dampaknya begitu dirasakan para petani, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein mengatakan, kemarin dinas pertanian sudah diinstruksikan agar penyuluh memberikan pemahaman kepada para petani, jika stok pupuk yang didapat melalui penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK).

Pria yang juga sebagai Ketua DPC PKB Tuban itu menjelaskan, secara umum memang untuk kesulitan pupuk belum begitu parah atau berat, tidak hanya di Tuban tapi juga di Jawa Timur.

Untuk mekanisme pembelian pupuk saat ini masih bisa menggunakan surat rekomendasi dari kelompok tani (poktan), tanpa harus memakai kartu tani.

"Pembelian pupuk pakai kartu tani baru bisa diterapkan secara menyeluruh di 2021, saat ini yang belum punya agar mengurus dan untuk sementara bisa memakai surat rekomendasi poktan saat membeli pupuk," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban Murtadji menyatakan, tidak ada pupuk langka, hanya saja untuk pengirimannya ke kios-kios menunggu regulasi terkait pembelian pupuk wajib memakai kartu tani.

Mantan Camat Bancar itu menambahkan, untuk saat ini semua kios juga sudah dikirim pupuk bersubsidi.

"Alhamdulillah semua kios sudah dikirim pupuk bersubsidi, pendistribusian sudah dilakukan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, untuk tahun 2020 jumlah alokasi pupuk bersubsidi pada realokasi ke II sebanyak 134,735 ton. Rinciannya, 51,566 ton pupuk Urea, 7.068 ton pupuk SP36, 36.777 ton pupuk NPK, 10.798 ton pupuk ZA dan 28.526 ton pupuk Organik.

Sedangkan, alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2019 lalu berjumlah 133.488 ton. Rinciannya 54.110 ton pupuk Urea, 9.834 ton pupuk SP36, 28.942 ton pupuk NPK, 8.011 ton pupuk ZA, 32.591 ton pupuk Organik. Dsy12

Berita Terbaru

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco ancang ancang hentikan prodi yang kurang peminat. Badri Munir, berharap…