ART dan BTS akan Hadir di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Setelah LRT dan trem dirasa mahal, alternatif  yang sedang dijajaki adalah ART atau kereta tanpa rel di sejumlah Kota Indonesia. SP/kemenhub
Setelah LRT dan trem dirasa mahal, alternatif  yang sedang dijajaki adalah ART atau kereta tanpa rel di sejumlah Kota Indonesia. SP/kemenhub

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kementerian Perhubungan (Kemhub) saat ini mengkaji pemanfaatan massal autonomous rail rapid transit (ART) atau kereta tanpa rel di sejumlah kota. Rencananya tak hanya akan ada di Surabaya, Yogyakarta dan Denpasar juga ikut serta.  Ketiga kota tersebut akan menjadi pilot project penerapan trem otonom ini. Bahkan, pada akhir tahun 2021, sarana transportasi Bus buy the service (BTS) akan diresmikan di Surabaya.

Kemenhub melalui Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) dan Ditjen Perkeretaapian pun telah mematangkan wacana ini melalui Forum Group Discussion (FGD) bersama pemerintah daerah pertengahan pekan lalu.

"Wacana terbaru, kami pilih moda yang paling murah (dalam pembangunan). Setelah LRT dan trem dirasa mahal, alternatifnya yang sedang dijajaki adalah ART," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, di Surabaya, Minggu (2/5/2021).

Sebagai perbandingan, pembangunan ART diperkirakan "hanya" membutuhkan Rp 700-800 miliar saja. Jauh di bawah kebutuhan anggaran pembangunan trem yang membutuhkan sekitar Rp 2,6 triliun.

"(Estimasi anggaran) Yang dibutuhkan sepertiga dari kebutuhan trem. Juga jauh di bawah LRT (Light Rail Transit) yang justru lebih mahal dari trem," ungkap Irvan.

Produk ini lebih murah karena tak membutuhkan rel sebagai lintasannya. Produk ini digambarkan sebagai persilangan antara kereta api, bus, dan trem.  Trem otonom merupakan moda yang berbentuk seperti kereta LRT, namun tidak beroperasi di atas rel. Melainkan, beroperasi di atas jalan dengan menggunakan ban yang dipandu oleh lintasan yang disebut sebagai virtual track.

Serta ramah lingkungan karena menggunakan listrik sebagai bahan bakar. "Lebih mudah karena moda itu ada di jalan, tidak perlu rel, tidak perlu investasi besar. Juga bisa menggunakan tenaga listrik," katanya.

 

Tunggu Regulasi

Pihaknya saat ini tengah menunggu regulasi dari Kemenhub yang menjadi payung hukum keberadaan ART. "Sebab, yang berbasis kereta memang langsung ada di bawah kementerian," kata Irvan.

Pihaknya memastikan siap mendukung proyek tersebut. Nantinya, ini akan menjadi transportasi utama Kota Pahlawan.  "Kalau ART masuk (Surabaya), ini akan menjadi transportasi backbone utara-selatan, timur-barat. Saat ini belum ada transportasi yang menjadi backbone," katanya.

 

BTS, Akhir Tahun

Dalam waktu dekat, angkutan utama yang akan diresmikan di Surabaya adalah bus buy the service (BTS). "BTS akan mulai beroperasi akhir tahun. Ini akan menjadi backbone sebelum adanya ART," katanya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) telah menggandeng dua perguruan tinggi negeri, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Mereka menyusun naskah akademik penyiapan regulasi trem otonom (Autonomous Rail Transit/ART) di Indonesia.

“Naskah akademik ini merupakan struktrur dasar dalam membangun kerangka regulasi," kata Kepala Balitbanghub Umar Aris, dikutip dari laman resmi Kemenhub.

Ini akan memuat beberapa hal. Di antaranya terkait sistem operasi, standar teknis sistem keselamatan bisnis, pembiayaan, dan manajemen risiko.

"Serta hal lainnya seperti peta jalan, sampai dengan penyediaan infrastruktur untuk pengisian daya kendaraan listrik,” ucap Umar Aris.

Umar menjelaskan, perumusan regulasi ini perlu diharmonisasikan dengan berbagai pemangku kepentingan. Setidaknya terdapat 6 (enam) kementerian/lembaga yang terlibat secara langsung dalam penyusunan regulasi trem otonomi ini.

Di antaranya, Kemenhub, KemenPUPR, Kementerian ATR/Pertanahan, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kementerian Kominfo, pemerintah daerah dan kepolisian Republik Indonesia. alq/cr3/ana

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…