Sulap Limbah Kulit Sapi Jadi Bisnis Tas Beromzet Puluhan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Fauziah Utami sedang menyerahkan tas pesanannya kepada pelanggan. SP/ MJK
Fauziah Utami sedang menyerahkan tas pesanannya kepada pelanggan. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Fauziah Utami mampu menyulap limbah kulit sapi menjadi kerajinan tas bernilai ekonomis. Dia memulai membuat kerajinan tas pada tahun 2006 lalu. Awal mula mendirikan usaha, pelanggan produk tas kulit perca Fauziah Utami dapat dihitung dengan jari. Sebab, produknya masih kalah bersaing dengan produk tas import.

Kerja keras Tammy (sapaan akrabnya) pun berbuah manis. Pada tahun 2009 produk tas kulit perca miliknya naik daun. Bahkan, warga dari luar kota Mojokerto dan turis manca negara tertarik untuk membeli produknya.

Ilmu membuat kerajinan tas dari perca kulit, Tammy (sapaan akrabnya) dapatkan dari perajin kulit di Tanggulangin, Sidoarjo. Dia belajar selama 1 bulan. Di sana, dia belajar teknik sulaman dasar yakni membuat model bulat pada tas. Selanjutnya dia mengembangkan teknik secara otodidak.

Setelah mahir membuat beberapa model sulaman, Tammy memberanikan diri membeli bahan produksi dengan uang belanjanya. Bahan produksi ia beli di pengusaha sepatu Desa Belimbing Sari, Sooko, Kabupaten Mojokerto. "Modal awal saya Rp 500.000," ujarnya.

Saat pertama kali produksi, ia sempat menemui kendala yakni, membuat kantong dan handle (pegangan) tas. Namun ia tak menyerah begitu saja. Tammy terus mengotak-atik hingga ia dapat membuat kantong dan handle tas dengan caranya sendiri.

"Saya mengotak-otik selama satu bulan dan jadi sebuah produk tas kulit perca yang sempurna. Meski satu bulan hanya bisa memproduksi satu tas, saya bangga sekali," terangnya seraya tertawa.

Tammy melanjutkan, produk tas pertamanya itu ia tunjukkan ke tetangga. Tammy tak menduga rupanya para tetangga sangat terkesan dengan produk tasnya. "Respon dari tetangga baik. Salah satu tetangga akhirnya membeli tas itu dengan harga Rp 150.000. uang Rp 150.000 pada tahun 2006 itu lumayan banyak," ungkapnya.

Melihat respon tetangga, Tammy melebarkan sayap penjualan. Dia mencoba membuka stan dagangan di Benteng Pancasila setiap Minggu pagi. Lambat laun, teknologi semakin berkembang. Dia memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk yang diberi nama Amyrose D'Craft.

"Saya memasarkan lewat aplikasi jual beli Instagram dan Facebook. Karena memasarkan melalui media sosial dapat mendongkrak penjualan. Selama satu bulan 60 pcs tas terjual," terangnya.

Tammy juga menerima kustom tas kulit perca. Pelanggan dapat memesan tas sesuai keinginannya. Sementara ini produk tas Tammy terdiri dari tiga model yakni, tas jinjing, tas selempang, dan double handle.

"Harga tergantung ukuran tas. Untuk tas ukuran Rp 50.000 sedang yang besar Rp 700.000. pendapatan saya sebulan mencapai Rp 30 juta," sebutnya. Dsy9

Berita Terbaru

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

SurabayaPagi, Pagi, - Sidang perkara penganiayaan di Pasar Buah Tanjungsari masuk babak baru di Pengadilan Negeri Surabaya 29 September 2026. Dua saksi,…

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat etika, n…

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat s…

Kasus Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Terjunkan Inspektorat

Kasus Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Terjunkan Inspektorat

Rabu, 30 Sep 2026 15:28 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Polemik pembangunan kembali Kantor Desa Serag, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (…

Gubernur Teken BP BUMD, Fraksi Golkar : Harus Diisi Pejabat Paham Bisnis

Gubernur Teken BP BUMD, Fraksi Golkar : Harus Diisi Pejabat Paham Bisnis

Rabu, 30 Sep 2026 15:27 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Terbitnya Peraturan Gubernur No 13/2026 yang didalamnya mencantumkan Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) mendapat d…

Dishub Sidoarjo Perketat Pengawasan Kendaraan Angkutan di Jalur Nasional

Dishub Sidoarjo Perketat Pengawasan Kendaraan Angkutan di Jalur Nasional

Rabu, 30 Sep 2026 15:19 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo memperketat pengawasan kendaraan angkutan barang melalui operasi gabungan…