Edarkan Uang Palsu 15 Ribu US Dolar

I Wayan dan Sang Made Dituntut 5 Tahun Penjara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa I Wayan Widana (kiri), Sang Made Jamin (kanan), menjalani sidang secara online di ruang Candra PN.Surabaya, Kamis (19/08/2021). SP/Budi Mulyono
Terdakwa I Wayan Widana (kiri), Sang Made Jamin (kanan), menjalani sidang secara online di ruang Candra PN.Surabaya, Kamis (19/08/2021). SP/Budi Mulyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus peredaran uang palsu yang masih marak terjadi, walaupun perbedaan uang asli dengan palsu sangat mudah dikenali. Hal itu membuat dua terdakwa asal Bali, I Wayan Widana dan Sang Made Jamin diciduk petugas dari Polrestabes Surabaya, menjalani sidang di ruang Candra PN.Surabaya,Kamis (19/08/2021).

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrian Dirgantara, SH, menyatakan bahwa para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana "dengan sengaja mengedarkan mata uang atau uang kertas yang dikeluarkan oleh negara atau bank sebagai mata uang atau uang kertas asli dan tidak palsu, padahal ditiru atau dipalsu olehnya sendiri atau waktu diterima diketahuinya bahwa tidak asli atau palsu." ujar jaksa Febrian.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan pasal 245 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menuntut oleh karenanya terhadap terdakwa Wayan Widana dan Sang Made Jamin, dengan pidana penjara masing- masing selama 5 tahun.

Terhadap tuntutan tersebut, Penasihat Hukum para terdakwa Fardiansyah,SH dari LBH Lacak, akan mengajukan pembelaan (Pledoi) pada hari Seni tanggal 30 Agustus 2021, Sidang ditutup oleh Hakim Ginting.

Awalnya, sekitar bulan November 2020, Wayan dan Made berencana untuk bertemu rekan mereka Joseph Francis Kurnya di Surabaya. Ketiganya bertemu dalam rangka ingin menukar uang valuta asing di salah satu bank di Surabaya. 

Ketiganya memiliki peran masing masing karena mengetahui yang mereka bawa adalah uang palsu.

Terdakwa Wayan bertemu dengan Abah Hamid di salah satu hotel di Jakarta untuk mendapatkan uang palsu sebanyak satu koper berukuran sedang berisi 15 ribu lembar pecahan 100 US dollar. 

Sekitar bulan November Wayan bertemu rekannya Made. Saat itu, mereka berencana untuk menukarkan uang palsu tersebut di salah satu bank di Surabaya. 

Setelah dirasa cukup matang, mereka berdua mulai menjalankan rencananya. 

Made bertugas mengantar uang tersebut dari Jakarta ke Surabaya menggunakan sarana bus. Ia sengaja menggunakan bus untuk menghindari pengecekan di bandara.

Sementara terdakwa Wayan berangkat dari Jakarta menuju Surabaya menggunakan pesawat, Sesampainya di Surabaya, Wayan dan Made bergeser ke toko milik Joseph. Ia bertugas menghubungkan kedua terdakwa dengan pegawai salah satu Bank. 

Setelah dihubungi Joseph, pegawai bank ini kemudian datang menemui Wayan dan Made. Keduanya lalu menyerahkan uang palsu tersebut kepada pegawai bank tadi dan akan dimasukkan ke rekening valas milik Joseph. 

"Karena dirasa ada yang janggal, dan teksturnya uang sedikit berbeda, pegawai bank ini curiga. Ia lalu datang kembali kepada terdakwa bersama petugas dari kepolisian. Dan ketika diuji memang uangnya palsu dan dibuat dengan cara cetak printer berwarna. nbd

 

Berita Terbaru

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…