Kesepian Usai Cerai, Ayah Cabuli Anak Kandungnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Dua peristiwa pencabulan di Jombang ini membuat warga miris. Bagaimana tidak, seorang ayah tega melakukan perbuatan bejat kepada darah dagingnya yang masih di bawah umur. Tak hanya sekali, tindakan bejat dilakukan berulang kali oleh pelaku selama beberapa tahun. Dan yang melaporkan ayahnya ke polisi, ibunya sendiri setelah memergoki.

Kejadian pertama terjadi di kecamatan Perak, Jombang, dilakukan oleh MS (40), warga Kecamatan Perak, Jombang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri selama 4 tahun. Korban yang kini kelas 2 SMP itu menjadi korban bejat bapaknya sejak masih sekolah kelas 4 SD.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, MS sudah lama bercerai dengan istrinya sejak tahun 2012. Mereka dikaruniai seorang putri yang tinggal bersama MS sejak memutuskan bercerai. Selama perceraian itu, MS mengajak putrinya tinggal serumah di Kecamatan Perak.

Perpisahan itu membuat perajin tenun sarung itu kesepian dan gelap mata. Ia melampiaskan nafsu bejatnya ke putri satu-satunya pada tahun 2018. Kala itu anak kandungnya masih sekolah kelas 4 SD.

"Orang tuanya kan cerai tahun 2012, kan udah lama. Anaknya ini tinggal bersama bapaknya. Terus malam-malam itu disetubuhi bapaknya," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/9/2022).

Diungkapkan Giadi, MS selalu mengancam akan memukul putrinya agar mau melayani nafsu bejatnya. Perbuatan keji MS itu dilakukan selama 4 tahun, sejak korban kelas 4 SD hingga kini kelas 2 SMP. "Pelaku mengancam korban, kalau ndak mau melayani akan ditonjok. Perbuatan pelaku sudah berulang kali. Sejak korban kelas 4 SD hingga sekarang kelas 2 SMP. Korban tidak sampai hamil," tandasnya.

Perbuatan bejat pelaku akhirnya diadukan korban ke ibunya yang tinggal di Kecamatan Bandar Kedungmulyo. "Anak ini sudah tidak kuat akhirnya mengadu ke ibu kandungnya," kata Giadi. Dari situ, ibu korban melaporkan perbuatan mantan suaminya itu ke Polres Jombang. Hingga akhirnya, polisi menangkap pelaku di rumahnya pada Senin (29/08/2022).

 

Kejadian kedua terjadi di kecamatan Bareng Jombang. R (45) seorang kuli bangunan tega memperkosa anak kandungnya sendiri karena mengaku kesepian usai cerai dengan istrinya.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, aksi bejat R dilakukan terhadap putri kandungnya sendiri pada tahun 2019. Kala itu, korban masih berusia 11 tahun atau sekolah kelas 5 SD. Kini korban sudah berusia 14 tahun. "Waktu kejadian korban masih SD. Awalnya korban dicabuli terus akhirnya terjadi persetubuhan," terangnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (05/09/2022).

Dijelaskan Giadi, korban selama ini tinggal bersama nenek dan bapak kandungnya di Kecamatan Bareng, Jombang. Sedangkan ibunya tinggal di Surabaya sejaka bercerai dengan bapaknya.

Kondisi rumah yang sepi di malam hari, dimanfaatkan R untuk mencabuli hingga menyetubui putrinya. Aksi bejatnya tersebut dilakukan dengan cara mengancam akan memukul korban bila tidak mau melayani nafsu bejatnya. "Motifnya pelaku ini kesepian karena cerai. Dari bekerja capek akhirnya bernafsu dengan putrinya saat malam hari di rumah. Korban diancam kalau teriak mau dipukul," ungkapnya.

Aksi bejat pelaku tersebut terbongkar saat korban tinggal bersama ibunya di Surabaya. Gadis kelahiran 2008 itu enggan tinggal bersama bapaknya lantaran takut diperkosa. Korban akhirnya menceritakan perbuatan bejat bapaknya pada April 2022. "Jadi setelah kejadian itu, korban pulang ke Surabaya. Terus Februari 2022 itu mau dijemput bapaknya untuk kembali pulang ke Jombang, korban tidak mau karena pernah mengalami pencabulan dan persetubuhan. Akhirnya korban cerita ke ibunya," ujarnya.

Ibu korban akhirnya melaporkan kejadian yang menimpa putrinya ke Polres Jombang pada 18 Mei 2022. Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, pelaku akhirnya ditangkap pertengahan Agustus kemarin.  

Terhadap pelaku, polisi menjeratnya dengan Pasal 81 UU RI No17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang - Undang. Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara kini telah menantinya. din/ham

Berita Terbaru

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…

Bahana Bersahaja Hadirkan 33 Layanan di Desa Bener, Bupati Madiun Targetkan Jalan Tembus Rampung Dua Tahun

Bahana Bersahaja Hadirkan 33 Layanan di Desa Bener, Bupati Madiun Targetkan Jalan Tembus Rampung Dua Tahun

Rabu, 16 Sep 2026 17:42 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:42 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menggelar Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Bener, Kecamatan Sa…