Realisasi Penyaluran Subsidi Kedelai Sangat Kecil, Zulhas Janji Syarat Penerima Dipermudah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Realisasi penyaluran subsidi kedelai sebesar Rp 1.000 per kg kepada para perajin tahu tempe dinilai masih sangat kecil. Para perajin tahu tempe masih mengalami kesulitan untuk memenuhi syarat-syarat penerima subsidi.

Seperti diketahui, program subsidi kedelai yang dilaksanakan pada April-Juli lalu terhambat penyalurannya akibat persoalan data penerima. Salah satunya, akibat banyaknya izin operasonal koperasi perajin tahu dan tempe yang sudah mati karena tidak diperpanjang.

Sementara, penyaluran subsidi kedelai menuntut persyaratan administrasi yang lengkap agar anggaran subsidi dapat dicairkan oleh pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengusulkan syarat bantuan selisih harga kedelai untuk perajin tahu tempe dipermudah.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, bantuan yang disalurkan saat ini baru di kisaran 10% hingga 20%. Bantuan ini sendiri diberikan untuk menjaga stabilitas harga kedelai di tingkat perajin.

"Baru kepakai 10-20%, maka saya lagi usul agar dipermudah syarat-syaratnya untuk dapat Rp 1.000 itu jangan sampai orang mesti punya ini, punya ini, maksudnya subsidi harga saja," kata Zulhas di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Aip Syarifuddin mengucapkan terima kasih kepada Zulhas atas usulan tersebut.

Syarif mengaku senang jika persyaratan untuk subsidi kedelai itu dikurangi. Ia merinci sejumlah syarat syarat mendapatkan bantuan subsidi kedelai antara lain Nomor Induk Koperasi(NIK), Nomor Induk Berusaha (NIB), keterangan domisili usaha sesuai KOPTI, dan terdaftar sebagai anggota KOPTI.

Aip memastikan, para koperasi juga sudah selesai mengurus perizinan usahanya sehingga nantinya dapat menerima subsidi.

"Intinya, kalau boleh urusan administrasi tidak usah ribet, karena masalah administrasi, perajin tahu dan tempe itu kurang bagus," ucapnya.

Adapun berdasarkan data terbaru Gakoptindo, total kebutuhan kedelai oleh para perajin di 17 provinsi mencapai 158,8 ribu ton. Volume tersebut dibutuhkan untuk produksi tahu dan tempe sepanjang Oktober-Desember 2022.

Selain itu, Zulhas mengatakan, bantuan selisih harga Rp 1.000/kg ini akan dilanjutkan pemerintah hingga akhir tahun ini. Dana subsidi itu sendiri bersumber dari anggaran cadangan stabilisasi harga pangan (CSHP) yang dialokasikan sebesar Rp 955 miliar.

"Kedelai juga sama selisih harga disubsidi masih berlaku sampai Desember jadi selisih harga dibantu pemerintah Rp 1.000," ujar Zulhas.

Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional, Kedelai Biji Kering Impor secara rata-rata nasional seharga Rp 14.000 per kilogram. Sementara, di DKI Jakarta, dijual dengan rata-rata Rp 12.960 per kilogram. jk

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…