Sidang Kasus Pencabulan Santri di Jombang, JPU Sebut Bechi Tidak Konsisten

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa kasus pencabulan santri di Jombang Mochamad Subchi Azal Tsani alias Bechi di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (24/10/2022). SP/Ariandi.
Terdakwa kasus pencabulan santri di Jombang Mochamad Subchi Azal Tsani alias Bechi di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (24/10/2022). SP/Ariandi.

i

SURABAYAPAGI.COM,  Surabaya – Sidang lanjutan kasus pencabulan dan pemerkosaan santri di Jombang digelar di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/10/2022). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanggapi pledoi yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa Mochamad Subchi Azal Tsani alias Bechi.

Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Jombang, sekaligus JPU, Tengku Firdaus mengatakan, dalam sidang yang berlangsung tersebut pihaknya membacakan replik sebanyak 30 halaman.

“Hari ini kami membacakan replik jawaban atas pledoi dari penasihat hukum terdakwa, ada 30 halaman tadi,” kata Firdaus, di PN Surabaya, Senin (24/10/2022).

Firdaus menyampaikan, dalam replik tersebut yang paling disoroti adalah soal pernyataan Bechi yang tidak sesuai, saat dirinya sebagai saksi dan sebagai terdakwa.

“Ada satu dua poin tadi terkait konsistensi keterangan terdakwa atas pembuktian di persidangan," kata Tengku Firdaus,

Pernyataan itu yakni soal Bechi mengakui sebagai mursyid dan bisa menikahkan dirinya sendiri dengan siapa saja.

“Saat periksa saksi terdakwa bilang bahwa ada pernyataan memancing bahwa dia adalah Mursid yang bisa menikahi siapapun tanpa melanggar norma asusila itu pada saat keterangan saksi bilang bahwa itu pancingan untuk tahu siapa yang berkhianat,” ujarnya.

Namun, saat pemeriksaan terdakwa, dia anulir pernyataan itu dan bilang itu emosi karena terancam.

Kedua, adalah soal kronologi yang ditulis korban. Kronologi tersebut awalnya dibantah oleh Bechi, kemudian diakui.

“Jadi ada inkonsistensi. Ada kronologis korban yang tadinya dibantah semuanya dan diakui sebagai surat berarti peristiwa ada,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai pledoi, bahwa urutan peristiwa tidak konsisten. Termasuk pasal 65 KUHP, Firdaus menegaskan bahwa itu versi penasihat hukum.

“Kami bawa saksi ada alat bukti yang bukan hanya saksi ada keterangan surat petunjuk ahli saksi. Bersesuaian semua. Dalam pidana kajian berkesesuaian. Keterangan saksi yang dihadirkan bersesuaian. Malah kalau saksi a de charge yang tidak sesuai. Ada keterangan yang saling mematahkan,” imbuhnya.

Firdaus optimistis jika tuntutannya bakal dipenuhi oleh majelis hakim. Meski demikian, kasus pemerkosaan tersebut masih akan memasuki agenda duplik, Minggu depan.

Sampai sekarang terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Kalau dia mengakui maka jadi hal yang meringankan terdakwa saat tuntutan,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, I Gede Pasek Suardika sendiri mengapresiasi proses persidangan. Ia juga menyebut bahwa pihak JPU telah menanggapi nota keberatan yang disampaikan. 

“Kami mengapresiasi proses tahapan ini sudah masuk replik. JPU juga sudah memberikan argumentasi utuh. Tapi kami tidak  melihat pertanyaan substansial untuk dijawab,” kata Gede.

Salah satu petanyaan yang dijawab JPU adalah soal adanya dua peristiwa dalam dakwaan.

"Artinya dengan tidak dijawab, berarti peristiwa tersebut fiktif," ujar Gede.

Apalagi, lanjut Gede, saksi yang dirasa meringankan Bechi, dikesampingkan dalam sidang tersebut. Padahal menurut versinya, saksi tersebut saling menguatkan.

"Pokoknya semua saksi yang meringankan terdakwa tidak bisa dipakai, dikesampingkan. Hakim pasti ada bayangan," pungkasnya. ari

Berita Terbaru

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan penipuan berkedok kerja sama proyek pembangunan ruko di kawasan Pasar Wisata, Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, m…

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengurusan perpanjangan izin pemanfaatan air tanah untuk 21 titik sumur milik Perumda Air Minum Banyuwangi menelan biaya hingga…