SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polemik kegiatan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun yang terletak di Indramayu, Jawa Barat kian disorot dan mulai meresahkan warga lantaran diduga menyebarkan ajaran sesat yang menyimpang hingga beragam pernyataan kontroversial pimpinan Al-Zaytun, Panji Gumilang.
Wasekjen Bidang Hukum dan HAM MUI Ikhsan Abdullah menyatakan, sejumlah kontroversi di Ponpes Al Zaytun tersebut diantaranya, seperti Haji tidak perlu ke Tanah Suci tapi cukup ibadah di Al Zaytun.
Ajaran tersebut telah melecehkan, menyimpang dari Syariat Islam sekaligus menyebarkan berita yang tidak benar dan merusak keyakinan umat. Kemudian, Panji Gumilang yang menyebut Al-Qur'an bukan firman Allah tapi qalam firman Nabi Muhammad SAW.
"Ada juga disampaikan Panji Gumilang berzina itu dapat dilakukan penebusan dosa dengan membayar Rp2 juta. Ini adalah hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam," ujar Ikhsan, Minggu (25/06/2023).
Selain itu, dia juga menyebut berdasarkan penelitian MUI yang sudah disampaikan di tahun 2002 menjelaskan Ponpes Al Zaytun terpapar gerakan Negara Islam Indonesia (NII).
Menanggapi kejadian yang dilihat semakin meresahkan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Sabtu, menggelar rapat terbatas dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan menyampaikan akan ada tiga tindakan dalam penanganan polemik kegiatan Pondok Pesantren Al-Zaytun.
"Jadi tiga tindakan ya, pidana, administrasi, serta tertib sosial dan keamanan," kata Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.
Mahfud tidak menjelaskan soal apa saja dugaan tindak pidananya, namun mengatakan penanganan dugaan tindak pidana di Al-Zaytun, Indramayu akan diserahkan kepada kepolisian.
Kemudian tindakan yang kedua adalah pemberian sanksi administrasi kepada Pondok Pesantren Al-Zaytun yang mempunyai lembaga pendidikan secara berjenjang sampai tingkat perguruan tinggi.
Sedangkan tindakan ketiga yang akan diambil adalah menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya penanganan terhadap polemik Al-Zaytun. Dalam hal ini Kemenkopolhukam akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Tindakan yang ketiga ini menjadi tugas Kang Emil (Ridwan Kamil) sebagai gubernur bersama Kabinda, Polda, Kesbang, TNI, dan sebagainya di Jawa Barat, yaitu menjaga suasana kondusif, ketertiban sosial, dan keamanan," katanya.
Kakek dan Ayah Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Merupakan Dukun Penting di Gresik
Diketahui, Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang terlahir dari keturunan keluarga orang penting di RT 1 RW 1, Desa Sembung Anyar, kecamatan setempat.
"Kakeknya bernama H Abdur Rahman dan ayahnya adalah H Imam Rosyidi. Beliau berdua di zamannya dulu merupakan orang penting se-Kecamatan Dukun Gresik," ujar Ketua RT 2 RW 1, Dusun Siraman, Kecamatan Dukun, Gresik, Mahsun (60), Minggu (25/06/2023).
Sementara itu, kakek pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang merupakan orang terkaya sekecamatan Dukun. Bahkan, salah satu tanah miliknya digunakan sebagai Masjid Baitur Rahman yang menjadi kebanggaan masyarakat sekitar.
"Beliau memiliki tanah yang sangat luas dan merupakan tokoh sukses se Kecamatan Dukun Gresik ini," ucap Mahsun.
Sedangkan ayah pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang dulunya menjabat sebagai seorang kepala desa yang dianggap tidak ada bandingannya. Pada masa jabatannya, ayah pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang juga berhasil memajukan desanya dengan memperkenalkan listrik dan pengairan yang menjadi tonggak pembangunan di masa itu.
“Ketuanya Kades ya itu. Besar, tinggi, dan gagah. Ia juga sangat elegan. Beliau menjadi pionir dalam pengenalan listrik dan pengairan di masa ayah Panji,” kata Mahsun.
Mahsun mengungkapkan, pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang kerap terpantau pulang ke kampung halaman namun jarang membawa istrinya, hanya datang bersama rombongan jamaah dan pengawalnya.
"Keberhasilan Panji Gumilang dalam membangun pesantren membuatnya dihormati dan diakui oleh banyak orang di sini," ujar Mahsun.
Keluarga Tak Percaya Panji Gumilang Sebarkan Aliran Sesat
Abdul Wahib, adik bungsu Panji Gumilang di kampung kelahiran Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Indramayu di Dusun Siraman, Sembung Anyar, Kecamatan Dukun, Gresik.
Wahib mengatakan bahwa selama ini kakaknya difitnah. Video yang beredar sengaja dipotong sedemikian rupa hingga Panji Gumilang terkesan menyebarkan ajaran sesat.
"Jadi saya nggak percaya pemberitaan yang beredar. Apalagi sampai Mas Panji mengajarkan aliran sesat," kata Abdul Wahib.
Menurutnya, sejumlah pemberitaan yang beredar itu tidak benar. Bahkan menurutnya banyak video soal Panji yang dipotong. "Banyak pemberitaan tidak benar. Padahal videonya panjang tapi dipotong-potong jadi framing-nya Mas Panji mengajarkan aliran sesat," kata Wahib.
Sejak kecil, kata Wahib, Panji Gumilang menyukai pelajaran Agama Islam. Ketika teman sebayanya banyak yang tidak mau bersekolah, Panji memilih sekolah rakyat yang mengajarkan Agama Islam.
Sebagai informasi, hingga kini kasus tersebut masih menjadi simpang siur dan sedang ditangani oleh pihak terkait. Sementara itu, MUI juga akan segera menentukan langkah terkait persoalan Ponpes Al-Zaytun karena MUI telah memiliki data yang lengkap terkait keberadaan dan kegiatan Ponpes Al-Zaytun sejak tahun 2002.
Hal tersebut diungkap oleh Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Firdaus Syam yang menyebut ada empat poin kontroversi, antara lain, pernyataan Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang soal asal Kitab Suci Al Quran, soal penafsiran Ayat Suci Al Quran, soal penafsiran Tanah Suci, dan penafsiran soal hubungan dengan lawan jenis. dsy
Editor : Desy Ayu