Petani Tembakau Terancam Gagal Panen, DKPP Lumajang Belum Bisa Bantu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung DKPP Kabupaten Lumajang.
Gedung DKPP Kabupaten Lumajang.

i

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Petani tembakau Kabupaten Lumajang sedang dibayangi bahaya gagal panen akibat anomali cuaca buruk dengan hujan yang turun hampir setiap hari dalam beberapa hari terakhir.

Genangan air akibat curah hujan yang tinggi tersebut membuat kondisi tanaman tembakau yang baru berusia 1-2 bulan itu terendam. Akibatnya, kondisi batang menjadi layu bahkan beberapa sudah ada yang mati.

Tembakau merupakan tanaman musim kemarau sehingga sangat rentan terhadap air berlebihan. Alhasil, curah hujan yang tinggi dapat memperbesar resiko gagal panen.

Menanggapi permasalahan dan keluhan dari petani setempat yang dirugikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) buka suara.

Kepala DPKP Kabupaten Lumajang Hairil Diani mengatakan bahwa sebenarnya telah disiapkan skema pemberian bantuan bagi petani tembakau melalui dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT).

Namun, Hairil menyarankan agar dilakukan terlebih dahulu perbaikan irigasi pada lahan pertanian tembakau.

"Melalui dana bagi hasil cukai dan tembakau sebenarnya sudah kami rencanakan. Kami arahkan kegiatannya untuk memperbaiki saluran irigasinya di lahan tembakau," kata Hairil di Kabupaten Lumajang, Rabu (5/7/2023).

Menurutnya, selain hujan yang kerap mengguyur, biang kerok terjadinya genangan air di lahan tembakau juga diakibatkan karena kualitas irigasi yang tidak memadai.

"Kemarin, kami melihat kurang baiknya sistem pembuangan airnya di lahan tembakau tersebut. Akan kami atasi," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa para petani sebenarnya juga berhak menerima bantuan pupuk dari DPKP Kabupaten Lumajang.

"Ada beberapa alokasi yang bantuan pupuknya belum terealisasi. Khususnya ZK, sudah diagendakan sebenarnya," ungkapnya.

Meski telah direncanakan, Hairil mengaku belum bisa memastikan realisasi pemberian bantuan perbaikan irigasi maupun pupuk. Pihaknya mengakui tak mengetahui pasti jumlah alokasi dana bantuan yang akan diberikan.

"Untuk realisasinya masih belum, mungkin tahun ini, dan prosesnya terus berjalan. Namun untuk realisasinya masih belum berjalan," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Lumajang Dwi Wahyono mengatakan bahwa dampak dari genangan air di sawah membuat para petani tembakau terancam gagal panen.

"Kalau hujan terus gini kasihan petani. Ini semua akibat genangan air hujan selama beberapa hari ini. Saya lihat di sawah itu sudah banyak yang mati, akarnya sudah tidak normal. Banyak lahan pertanian tembakau rusak dan sudah pasti gagal panen," kata Dwi saat melakukan pemantauan lahan tembakau di Desa Kaliwungu, Kabupaten Lumajang, Selasa (4/7/2023).

Dwi menjelaskan bahwa tembakau hanya bisa bertahan tak lebih dari 24 jam jika sudah terendam air. Setelah air surut, tembakau langsung layu dan membusuk. Tak ada yang bisa dilakukan oleh petani, selain mencabut tembakau dan menanami dengan tembakau baru.

“Solusinya adalah tanam tembakau baru, karena tembakau yang terendam air akan layu dan membusuk,” ujarnya.

Selain genangan karena intensitas hujan tinggi, menurut Dwi, beberapa sawah juga tergenang akibat melubernya saluran air sungai karena sudah tak mampu menampung debit air hujan yang cukup besar.

"Selain faktor hujan, kondisi ini juga diperparah akibat saluran sekundernya dangkal jadi meluber ke sawah petani tembakau. Ini memang simalakama. Di satu sisi, petani sengaja membuat anggel di ujung sungai agar bangunan pelengsengan tidak ambruk, namun di sisi lain justru hal ini mengakibatkan air justru meluap ke sawah," jelasnya.

Pihaknya mencatat ada sekitar 50 hektar lebih tanaman tembakau yang mati akibat cuaca buruk. Puluhan hektar tembakau yang mati itu tersebar di empat kecamatan, yakni Pasirian, Tempeh, Kunir dan Yosowilangun.

Para petani pun hanya bisa pasrah menghadapi anomali cuaca yang kerap muncul pada tahun ini. Ia menyebut, gagal panen hampir pasti menggerus harapan petani mengembalikan modal biaya tanam dan perawatan.

Dalam satu hektarnya, petani yang menyewa lahan akan mengalami kerugian sekitar 25 juta rupiah. Hitungannya, biaya produksi mulai dari sewa lahan, pembibitan, hingga pemupukan.

Sehingga dari 50 hektar lahan pertanian tembakau yang tergenang air, para petani bisa merugi sampai Rp 1,25 miliar. Jika petani merupakan pemilik lahan sendiri, maka kerugiannya bisa lebih sedikit.

“Kerugian kalau yang sawahnya nyewa itu bisa sampai Rp 25 juta per hektar, tinggal hitung kalau ada 50 hektar sudah Rp 1,25 miliar. Karena petani sudah masuk musim pemupukan pertama, artinya sudah keluar modal pemupukan juga. Udah risiko petani, mau protes juga gak bisa. La wong yang memberi hujan Sang Pencipta,” terangnya.

Kini, petani berharap tanaman tembakau mereka masih bisa diselamatkan dengan cara memperbaiki guludan tanah. Namun, hal itu pun tergantung kekuatan akar tembakau. Jika sudah rusak, lanjutnya, tembakau tidak bisa lagi diselamatkan dan terpaksa harus dicabut.

"Kita sekarang coba selamatkan, mudah-mudahan masih bisa. Tapi petani kan juga harus keluar biaya lagi sedangkan kemarin sudah habis puluhan juta,” pungkasnya. lmj

Berita Terbaru

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik memperingati milad ke-8 pada 19 Maret 2026 dengan mengusung tema “…

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari kemenangan 1 Syawal 1447 H / 2026 menjadi kegiatan rutin tiap tahun jelang Idul Fitri, PT Megasurya Mas, membagikan hasil…

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Ormas Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) kembali menggelar aksi sosial dengan memba…

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Coway menghadirkan lebih dari 50 Coway Water Station di berbagai ruang publik untuk mendukung kebutuhan air minum bersih masyarakat, k…