Renovasi JIS, Sudahkah Berpijak Sense Of Crisis

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 06 Jul 2023 20:47 WIB

Renovasi JIS, Sudahkah Berpijak Sense Of Crisis

i

H. Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tahun politik, semua peristiwa bisa disoroti dari banyak aspek, termasuk non politiknya. Contoh JIS. Jakarta International Stadium (JIS) yang kini menjadi sorotan hanya karena sejumlah fasilitas disebut belum memenuhi standar FIFA.

Istilah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Stadion yang bertempat di Tanjung Priok, Jakarta Utara belum sempurna.

Baca Juga: Libur Lebaran 10 Hari, Holiday Anomali

Ada sejumlah fasilitas yang menjadi sorotan seperti akses masuk bus pemain, lahan parkir, rumput, dan stasiun KRL.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono malah mempertegas akan merombak sejumlah akses masuk VIP/pemain di kawasan Jakarta International Stadium (JIS). Hal ini dikarenakan akses tersebut tidak dapat dimasuki bus besar.

Juga lahan parkir di area yang ada masih sangat kecil dan sempit.

Saat ini kawasan stadion hanya dapat menampung total 1.305 SRP (satuan ruang parkir). Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan kapasitas JIS-nya sendiri yang bisa menampung 82.000 penonton.

Padahal, saat ini kawasan JIS telah memiliki 2 area parkir kendaraan untuk pengunjung.

Satu di area parkir luar dekat lapangan latihan, dan satu lagi di bagian basement/bawah stadium.

Saat ini yang menjadi perhatian merupakan kawasan parkir basement.

Juga lapangan Jakarta International Stadium (JIS) masih menggunakan jenis rumput hibrida atau perpaduan antara rumput sintetis dan rumput alami.

Rumput jenis ini sama dengan yang digunakan di stadion klub-klub top Eropa. Sebut saja Allianz Arena milik Bayern Munchen, Wanda Metropolitano (Atletico Madrid), hingga Stadion Tottenham Hotspur.

Jenis rumput lapangan ini era Anies dianggap sesuai dengan standar FIFA. Dalam dokumen panduan stadion sepak bola FIFA diketahui terdapat tiga jenis tipe lapangan.

Ini karena, Gubernur Anies Baswedan menegaskan JIS, bukan sekedar lapangan sepak bola, tapi juga pemantik roda perekonomian di Kawasan Jakarta Utara.

"Dengan dibangunnya JIS di kawasan Utara Jakarta kita berharap menjadi mesin penggerak, untuk menggerakkan perekonomian, untuk mendorong kemajuan, dan harapannya berdampak pada seluruh kawasan Utara Jakarta," kata capres pilihan NasDem seperti dikutip dalam saluran Youtube Anies Baswedan, Minggu (27/3/2023) lalu.

JIS, kata Anies siap menampung warga Jakarta, warga Indonesia, dan warga dunia. Anies menjelaskan, bahwa JIS dirancang tidak hanya untuk kegiatan olahraga. Tapi, bangunan untuk multi event seperti tempat kegiatan budaya, kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, kegiatan komersial, kesenian, dan lain-lain.

Menurut Anies, membangun JIS sekaligus menata kawasan. Secara bersamaan, ada pembangunan Waduk Cincin yang akan dibangun di sisi timur dari stadion JIS. Kemudian, pembangunan tower perkantoran dan tower perumahan.

"Sehingga yang dibangun bukan hanya stadion tapi kawasan. Konsep yang kita siapkan dari awal," ujar dia.

Nah, itu konsep awal pembangunan tahun 2019 era Anies Baswedan saat masih Gubernur DKI.

Dilaporkan biaya pembangunan sebesar 5 triliun terdiri Rp 900 miliyar rupiah APBD dan sisanya gunakan dana pemulihan pembangunan nasional.

Secara historis, proyek pembangunan JIS ini diawali pada 2008 saat Jakarta berada dibawah pemerintahan Fauzi Bowo. Tercatat empat Gubernur DKI Jakarta memiliki peran masing-masing dalam pembangunan stadion ini.

Menurut Wikipedia, lahan yang kini menjadi JIS dulunya merupakan kawasan Taman Bersih Manusia Wibawa (BMW) dengan luas total 66,6 hektare. Kawasan itu merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berasal dari utang penyediaan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum tujuh perusahaan swasta.

Pemprov DKI lalu membangun stadion bertaraf internasional di Taman BMW itu. JIS, sampai kini pernah digunakan event Internasional yaitu Persija Jakarta vs Chonburi FC, Kejuaraan Remaja Internasional (sebelum launching 2022).

Acara Lainnya Lokasi syuting MV See You Bye-bye, dan JD Eleven. Perayaan Jakarta Hajatan ke-495 (2022). Juga penyelenggaraan Salat Id (Idul Fitri dan Idul Adha 2022). JIS adalah stadion multi fungsi.

Makna stadion adalah sebuah bangunan yang umumnya digunakan untuk menyelenggarakan acara Olahraga, konser & kampanye politik. Dalam stadion terdapat lapangan atau pentas yang dikelilingi tempat berdiri atau duduk bagi penonton.

Jadi JIS dibangun bukan sekedar arena untuk pertandingan sepak bola, tapi tempat multi event dan multi fungsi di DKI Jakarta. Termasuk untuk menyelenggarakan konser.

 

***

 

Indonesia secara resmi ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 yang rencananya bakal digelar pada November-Desember 2023 mendatang. Menanggapi rencana ini, PSSI bersama pemerintah terus melakukan berbagai persiapan, termasuk soal stadion yang bakal digunakan.

Dan agenda Piala Dunia U-17 itu bertepatan pula dengan konser musik Coldplay yang dijadwalkan pada 15 November 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK, Senayan.

Baca Juga: Ahli-ahli Beberkan Rasionalitas Dugaan Pemilu tak Jurdil

Menariknya, JIS malah bakal jadi alternatif menggantikan SUGBK. Mengapa bukan konser musik Coldplay di JIS, dan agenda Piala Dunia U-17 di SUGBK.

Ini yang mengusik akal sehat saya. Apalagi muncul tudingan JIS belum sesuai standar FIFA. Makanya, pemerintah rencananya akan melakukan renovasi stadion itu supaya layak menjadi salah satu arena pertandingan Piala Dunia U-17 2023.

Kini, publik tanah air diramaikan oleh kontroversi di balik renovasi Jakarta International Stadium (JIS) sebagai venue alternatif Piala Dunia U-17 2023.

Padahal, JIS tidak masuk dalam calon daftar venue Piala Dunia U-17, tahun 2023. Tapi memasuki tahun politik JIS digunakan?

Sebelum ramai soal JIS, Indonesia telah menyiapkan enam stadion untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023 yang akhirnya gagal digelar sebelumnya.

Pada periode even piala dunia U-17, ada event konser Coldplay yang digelar pada 15 November 2023.

Selain itu, GBK sendiri bakal banyak dipakai untuk masa kampanye Pemilu 2024.

Akhirnya, JIS dimunculkan ke publik sebagai salah satu venue alternatif untuk Piala Dunia U-17 2023.

Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah mulai mewacanakan renovasi stadion tersebut.

Dan wacana ini menimbulkan reaksi keras dari warganet Tanah Air. Reaksi muncul usai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mewacanakan perbaikan rumput.

"Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games," ucap Menteri PUPR Basuki.

Menteri PUPR menuturkan, perbaikan rumput JIS akan memakan dana sebesar Rp 6 miliar rupiah.

Akhirnya rencana renovasi Jakarta Internasional Stadium (JIS) menuai pro kontra di kalangan warga DKI Jakarta. Ada yang setuju, dan ada yang tidak setuju. Apalagi eenovasi butuh anggaran sebesar Rp5 Triliun.

Bahkan, ada yang membawa bawa ke ranah politik. Karena JIS dibangun pada era pemerintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara, menjelang Pemiu 2024, Anies Baswedan salah satu bakal calon Presiden RI.

Baca Juga: Saksi Ahli Bisa Temukan Kecurangan, dari Kebenaran Ilmiah

Padahal, di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pembangunan JIS dinyatakan sudah selesai.

Hal mengerikan bagi jurnalis muda seperti saya ada kecurigaan bahwa renovasi sekedar untuk mengambil uang negara. Hal sederhana apw JIS perlu distandarisasikan, karena telah diresmikan tahun 2022.

Logiskah penggunaan keuangan negara yang seharusnya tidak perlu dilakukan mesti dikeluarkan. Apalagi untuk urusan rumput stadion sepak bola?

Akal sehat saya bilang publik mesti aware terhadap rencana standarisasi ini. Cara berpikir saya sederhana yaitu berpijak pada sense of crisis.

Ini mengacu kondisi negara usai melakukan penanganan pandemi Covid-19 sebelum ini. Tercatat Covid-19, pemerintah telah mengalokasikan anggaran belanja sebesar Rp 677,2 Triliun.

Akal sehat saya bertutur PUPR dan Ketua PSSI mestinya punya pikiran pengelolaan keuangan negara dalam suasana krisis. Penyelenggara negara mesti punya perasaan sense of crisis.

Apalagi Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna mengenai Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021, sudah menyatakan sense of crisis.

Akal sehat saya berkata, menteri dan ketua PSSI juga memiliki pandangan yang utuh tentang krisis. Termasuk dalam penerapan mekanisme pengendalian tambahan.

Krisis mesti dipahami secara holistik, menyeluruh, sama seperti pemahaman tentang hidup dan mati, membangun dan menghancurkan.

Menteri menteri Jokowi jangan terjebak dalam diversi masalah.

Rencana renovasi JIS dengan dana Rp 5 triliun menjadi sekumpulan benang kusut, dulu mana ayam dan telor. Penting mana fungsi multi JIS dengan renovasi berbiaya sama dengan saat membangun awal.

Apalagi event Piala Dunia U-17 akan berlangsung mulai 10 November sampai 2 Desember 2023. Tak sampai satu bulan.

Dalam prespektif pengelolaan keuangan berpijak pada sense of crisis pasca pandemi, perlukah mesti keluarkan dana Rp 5 triliun hanya untuk renovasi fasilitas JIS. Tak salah bila kini ada tudingan renovasi JIS, ada kepentingan politik. Apa? Salah satunya mendown grade Anies Baswedan, dalam pencapresan 2024.

Inilah wajah politik Indonesia di tahun politik. Terbuka ada politisi ngoreng ngoreng proyek produk politisi yang berbeda dengan penguasa sekarang. oh permainan politik oleh politisi Indonesia. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU