SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pondok Pesantren Al Zaytun milik Panji Gumilang tak henti-hentinya memunculkan sejumlah kontroversi dan banyak asumsi yang mengira ponpes tersebut memiliki bekingan yang kuat. Bahkan Panji Gumilang terlihat tak takut berhadapan dengan proses hukum.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas curiga meski sudah disudutkan termasuk oleh orang-orang yang pernah dekat dengannya, Panji Gumilang tetap berani berbicara yang bertentangan dengan kitab suci dan konstitusi. Tak hanya itu, pada peringatan 1 Muharram 1445 Hijriah kemarin, Panji mengundang aktivis Yahudi ke Al Zaytun dengan menggunakan kaos berlambang Bintang Daud.
Anwar Abbas pun menduga ada pihak yang memiliki kekuatan besar berada di belakang Panji Gumilang yang hingga saat ini terlihat makin berani dan sombong. Apalagi, menurut Anwar Abbas, pemerintah tidak gesit berkaitan Panji Gumilang ini.
"Oleh karena itu adalah wajar timbul pertanyaan dalam hati apakah pemerintah takut untuk menyentuh yang bersangkutan? Dari data dan fakta ini muncul dugaan dan kecurigaan bahwa yang bersangkutan bisa dan patut diduga punya bekingan orang kuat tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri terutama dari negara-negara yang mendukung yahudi dan Israel," ujar Anwar Abbas, Jumat (21/07/2023).
"Pertanyaan saya dan sepanjang pengetahuan saya yang namanya hukum tidak pernah mengenal istilah takut dengan siapapun bagi tegaknya apa yang disebut dengan keadilan," Anwar Abbas menambahkan.
Meski demikian, Anwar Abbas meminta masyarakat tetap meminta kinerja pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan pidana Panji Gumilang.
"Untuk itu mari kita beri waktu dan kesempatan kepada pihak pemerintah dan para penegak hukum untuk bekerja. Dan jika para penegak hukum disinyalir tidak lagi mampu menegakkan hukum yang menjadi tugasnya, maka patut dan bisa diduga pemerintah dan para penegak hukum sudah kehilangan kemandiriannya," kata dia.
Anwar Abbas berharap pemerintah dan aparat penegak hukum bergerak cepat menyeret Panji Gumilang ke ranah pidana. Anwar Abbas khawatir jika pemerintah tak tegas, maka masyarakat akan bergerak di luar hukum yang berlaku.
"Bila itu yang terjadi maka hal demikian tentu jelas akan sangat berbahaya bagi masa depan bangsa dan negara kita kedepannya dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi," pungkasnya. dsy
Editor : Desy Ayu