Wayang Catur Jawa Barat: Pertunjukan Seni Tutur Kata Sang Dalang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi pagelaran wayang catur dengan mengandalkan tutur kata dan musik dari sang dalang. SP/ SBY
Illustrasi pagelaran wayang catur dengan mengandalkan tutur kata dan musik dari sang dalang. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pagelaran wayang dikenal sebagai warisan budaya dengan menggunakan media wayang dalam menyampaikan peran dalam cerita. Namun berbeda dengan wayang catur asal Jawa Barat ini. 

Pertunjukan wayang catur di Jawa Barat merupakan bentuk pertunjukan wayang yang tidak menggunakan media wayang. Wayang catur hanya mengandalkan tutur kata dari sang dalang. Penamaan catur dalam bahasa Sunda lama berarti bicara, cerita, dan bertutur.

Mengutip dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id pada Minggu (06/08/2023), pertunjukan wayang catur lebih mirip monolog dalam teater modern. Dalang mengandalkan suara dan kekayaan kosakata dalam bahasa pedalangan untuk menyampaikan sebuah cerita.

Oleh karena itu, wayang catur lebih berkembang di RRI saja, yang sampai saat ini menjadi agenda rutin RRI Bandung. Kondisi seperti itu, menyebabkan beberapa dalang mengolah wayang catur dengan menggunakan instrumen kacapi yang dimainkan oleh dalang itu sendiri.

Bercerita dengan mengandalkan suara, para dalang kemudian menggunakan instrumen kacapi untuk memberikan warna tersendiri pada pementasan wayang catur. Dalang juga harus bisa berekspresi lebih sekaligus menjadi juru kawih (penyanyi) yang menyajikan lagu-lagu dengan rumpaka atau lirik bertema komedi maupun humor.

Sehingga sosok dalang wayang catur yang di garap bukan hanya sekedar berfungsi sebagai penutur cerita, melainkan berfungsi pula sebagai wayang, yang satu saat harus berkespresi sebagai setiap tokoh yang diceritakan, baik menari, maupun berdialog. 

Di samping itu, kehadiran para pangrawit dan pesinden, dalam garapan wayang catur ini tidak hanya berfungsi sebagai pendukung karawitan, melainkan mereka pun berfungsi pula sebagai wayang. 

Dengan konsep seperti itu, maka suasana pertunjukan wayang catur bukan lagi sekedar tampilan auditif, melainkan sebagai pertunjukan yang menyuguhkan konsumsi audio dan visual.

Sebagai informasi, pementasan wayang catur di Jawa Barat umumnya dijadikan sebagai media penghormatan kepada Dewi Sri, terutama saat panen tiba. Pementasan wayang catur biasanya juga dimainkan saat ada hajatan pernikahan hingga khitanan anak. Tak jarang, di sela-sela ceritanya, sang dalang akan menyelipkan dakwah keagamaan. dsy

Berita Terbaru

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT MDS retailing tbk grup resmi menghadirkan Mu+ku, zes, dan suko di Tunjungan plaza 3 dengan konsep yang unik. Serta setiap…

Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

Jumat, 16 Okt 2026 11:19 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:19 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun mengingatkan kepala desa agar tidak sembarangan mengelola Bantuan Keuangan Khusus (BKK) D…

Dukung Kegiatan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov, Bank Jatim Salurkan CSR kepada Dinsos Jawa Timur

Dukung Kegiatan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov, Bank Jatim Salurkan CSR kepada Dinsos Jawa Timur

Jumat, 16 Okt 2026 10:31 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:31 WIB

SurabayaPagi, Sumenep - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) turut mendukung penyelenggaraan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa…