Kemenkeu Yakin Pemilu Memberikan Banyak Dampak Pada Ekonomi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 26 Sep 2023 10:12 WIB

Kemenkeu Yakin Pemilu Memberikan Banyak Dampak Pada Ekonomi

i

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kemenkeu, Abdurohman.

SURABAYAPAGI.COM, Bogor - Pemilu yang akan diadakan pada 2024 mendatang, tidak bisa lepas dari kebutuhan anggara yang besar. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan bahwa anggaran untuk pemilu sendiri dapat memberikan banyak dampak.

Abdurrohman selaku Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kemenkeu menyatakan bahwa anggaran pemilu ini dapat meningkatkan konsumsi.

Baca Juga: Kemenhub Minta Tambahan Anggaran Rp 15,78 T

"Kalau hitung-hitungan kami untuk dampak pemilu itu bisa kita pilih menjadi dampak yang sifatnya langsung berupa alokasi belanja pemilu pada 2023 dan 2024. Jadi dampak langsungnya akan masuk ke konsumsi," kata Abdurrohman, Senin (25/9/2023).

Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut sifatnya akan langsung ke konsumsi pemerintah. Adapun sebagian akan menjadi konsumsi masyarakat mengingat anggaran pemilu tersebut tersalurkan juga sebagai honor petugas pemilu.

Lalu untuk efek pemilu lainnya akan mendorong belanja yang dilakukan calon legislatif (caleg) dengan asumsi rata-rata pengeluaran Rp 1 miliar per orang dan caleg DPRD berkisar Rp 200 juta. 

Baca Juga: Kemenkeu Jatim Gelar Lelang Serentak Tahap I, Nilai Aset Capai Rp 14 Miliar

"Hitung-hitungan kami pada tahun sebelumnya itu sekitar delapan ribu caleg. Jadi kalau pengeluaran partai atau caleg lembaga non profit dan juga akan mendorong konsumsi masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, Abdurohman menyebut, juga ada tambahan PDB pada 2023 sekitar 0,2 persen. Lalu juga nanti pada 2024 diperkirakan hingga 0,27 persen.

Baca Juga: Kemenkeu Bakal Reformasi Sejumlah Aspek

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai dampak pemilu jika mengulas dari tahun-tahun sebelumnya cenderung bervariasi. 

"Pada 2019 cenderung bias karena menghadapi situasi perang dagang global dan dampaknya kepada rupiah cenderung pelemahan menjelang pemilu," kata Josua. bg-1/Ac

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU