Mahfud Isyaratkan Garam Impor Turunkan Citra Madura

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahfud MD saat mengunjungi Gereja Santa Maria Surabaya usai mengadakan ngopi bareng bersama di Warkop STK Ngagel, Rabu (10/1/2024) malam.
Mahfud MD saat mengunjungi Gereja Santa Maria Surabaya usai mengadakan ngopi bareng bersama di Warkop STK Ngagel, Rabu (10/1/2024) malam.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Cawapres nomor urut 3 Mahfud Md berkeinginan untuk mengembalikan citra Madura sebagai Pulau Garam. Ia sedih dengan impor garam. Padahal garam madura terbaik di dunia.

"Saya ini orang Madura, lahir di sini. Ayah ibu saya orang Pamekasan. Tapi dulu Indonesia baru merdeka, ayah saya bisa jadi PNS di kantor kecamatan. Sebagai orang yang lahir di Madura, saya tahu kebutuhan rakyat Madura," kata Mahfud di acara Halaqoh Kebangsaan Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Madura di Ponpes Darul Ulum Al Wahidiyah 2, Omben, Sampang, Madura, Kamis (11/1/2024). Ia bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Madura, Jawa Timur.

"Apa misalnya? Dulu Madura disebut pulau garam karena Madura ini yang ekspor garam ke seluruh dunia. Tapi sekarang pabrik garam di Madura itu rugi. Sehingga ini harus diperbaiki, citra Madura sebagai pulau garam harus dikembalikan, di sinilah garam terbaik dunia itu dibuat," lanjutnya.

 

Garam Kristalisasi Air Laut

Dilansir dari laman indonesiabaik.id, cara pengolahan garam rakyat di Pulau Madura dikenal dengan sebutan 'Madurese'.

Madurese adalah cara orang Madura untuk membuat garam dengan kristalisasi air laut secara total.

Garam diambil mulai dari lapisan terbawah hingga atas, dan para petani garam secara tradisional memindahkan air laut antarmeja garam.

Apabila merujuk pada data, statistik KKP pada 2017, secara nasional Indonesia mencatat produksi garam sebanyak 1.020.925 ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 372.728 disumbangkan dari Jawa Timur dimana Sumenep mencatat produksi garam sebanyak 126.662 ton.

Capaian itu menjadi jumlah produksi garam terbesar di Jatim jika dibandingkan kabupaten/kota lain.

Secara nasional, pada tahun 2017 Sumenep jadi produsen garam terbesar kedua di Tanah Air yang hanya kalah dari Indramayu di urutan pertama dengan hasil produksi garam 167.930 ton.

Walau begitu, kabupaten lain di Madura juga mencatat angka produksi garam yang tidak sedikit

 

Tidak Beres Karena Impor

Mahfud menuturkan saat dirinya duduk di DPR, sudah memperbaiki persoalan di PT Garam. Dia sedih persoalan garam saat itu tidak beres karena impor. Sementara persoalan di dalam negeri tidak dibereskan.

"Kita sudah perbaiki PT Garam sejak saya di DPR tahun 2004, isunya garam di Madura nggak beres-beres, kenapa? Garam kita impor dari luar, kita sendiri nggak mau memperbaiki yang kita punya," ucapnya.

 

Juga Tembakau

Selain garam, Mahfud mengatakan tembakau juga menjadi sumber penghasilan petani Madura. Mahfud mengungkapkan banyak permainan dari tengkulak hingga menyebabkan petani tembakau sempat kolaps.

"Kedua, tembakau, dulu tembakau jadi sumber penghasilan besar bagi petani Madura. Tembakau jadi alat permainan tengkulak yang besar-besar.

 

Pabrik Rokok Dikelola Asing

Harganya dipermainkan,dibuat juga UU bahwa tembakau berbahaya. Lalu petani tembakau kolaps di NTB, Madura, Temanggung. Sementara dibilang tembakau nggak baik, tapi pabrik rokok terbesar dikelola orang Amerika, Philip Morris," ucapnya.

Mahfud menyampaikan perlu ada peninjauan ulang terkait aturan tembakau. Sehingga kata Mahfud, petani akan sejahtera.

"Ini kebijakan yang menurut saya harus ditinjau ulang sehingga petani tembakau bisa sejahtera tanpa buat rokok ilegal, harus legal. Orang itu jadi ilegal karena dipersulit. Kita buat aturan yang mudah," imbuhnya. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…