Home / LifeStyle : Konser di Konferensi Iklim Dunia COP 28 Dubai

Keren, Remaja Asal India Pecahkan Rekor Dunia Menyanyi dalam 140 Bahasa

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 14 Jan 2024 11:52 WIB

Keren, Remaja Asal India Pecahkan Rekor Dunia Menyanyi dalam 140 Bahasa

i

Remaja asal Kerala, India bernama, Suchetha Satish pecahkan rekor dunia Guinness World Record berkat menyanyi dalam 140 bahasa. SP/ DBI

SURABAYAPAGI.com, Dubai - Seorang remaja asal India yang bernama, Suchetha Satish baru saja menoreh prestasi yang luar biasa. Pasalnya remaja berusia 18 tahun itu berhasil memecahkan rekor dunia Guinness World Record berkat menyanyi dalam 140 bahasa saat konser yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, pada November 2023 lalu.

“Bahasa Terbanyak yang Dinyanyikan dalam Sebuah Konser”. Lewat unggahan di akun Instagram miliknya, @suchethasatish, dilihat Minggu (14/01/2024).

Baca Juga: Santer Wacana Hak Angket Kecurangan Pilpres 2024, Jimly: Ini Cuma Gertak-gertak Politik Saja

“Saya dengan bahagia membagikan berita bahwa berkat kuasa Tuhan, saya telah memecahkan rekor Guinness World Record baru dengan menyanyi dalam 140 bahasa selama 9 jam pada 24 November 2023, sepanjang Concert for Climate,” tulis Suchetha dalam unggahannya tersebut.

Diketahui, sebenarnya Suchetha mampu menyanyi dalam total 150 bahasa, namun dirinya lebih memilih 140 bahasa untuk penampilannya yang berlangsung hingga 9 jam tersebut sebagai bentuk representasi jumlah negara yang berpartisipasi dalam konferensi iklim dunia COP 28 Dubai yang dihadiri lebih dari 100 negara dunia.

Menurut Suchetha, perubahan iklim dapat menyebabkan masalah besar kepada dunia jika tidak segera ditangani. Itulah mengapa, sebagai seorang musisi, Suchetha ingin turut andil dalam mencegah perburukan perubahan iklim.

“Saya memikirkan apa yang bisa saya lakukan sebagai musisi multilingual untuk bisa menyebarkan kesadaran soal pelestarian iklim. Itulah bagaimana kami mendapatkan ide untuk menggelar ‘Concert for Climate’, di mana saya tampil dalam 140 bahasa selama 9 jam pada 24 November di Auditorium Konsulat India, Dubai,” jelas Suchetha lewat pesan singkat.

Baca Juga: Rela Jual 2 Mobil Demi Danai Kampanye, Dede Sunandar 'Siap Stres' Hanya Dapat 10 Suara

Ketika ditanya apa alasannya ia memilih untuk menyanyi dalam ratusan bahasa, Suchetha menekankan bahwa cintanya pada musik melampaui segala batasan, sama seperti cintanya terhadap lingkungan.

“‘Music beyond Borders’ selalu menjadi motto saya, dan saya akan selalu menggunakan kemampuan saya bernyanyi secara multilingual untuk isu-isu sosial yang relevan, seperti perubahan iklim,” papar Suchetha.

Disatu sisi. Suchetha mengaku sangat bahagia bisa memecahkan rekor dunia tersebut karena pencapaian ini menjadi hadiah bagi seluruh kerja kerasnya. Suchetha juga merasa bahwa rekor ini juga menjadi langkah kecil buatnya bisa melangkah ke panggung musik internasional.

Sebelum memecahkan rekor ini, Suchetha juga pernah meraih rekor dunia pada 2018 dan 2021. Pada 2018, Suchetha menyanyi dalam 102 bahasa di Auditorium Konsulat India di Dubai. Lalu, pada 2021, ia memecahkan rekornya sendiri dengan menyanyi dalam 120 bahasa pada program bertajuk Music Beyond Borders.

Baca Juga: Mendag Dorong Konsumsi Beras SPHP, Warga: Rasanya Kurang Enak, ‘Anyep’

Sementara itu, ternyata remaja perempuan asal Kerala, India ini sudah mahir bernyanyi sejak kecil disaat dirinya belajar bernyanyi bersama kakaknya, Sushant Satish. Sebelum mempelajari musik-musik populer dan barat, Suchetha yang saat itu masih berusia 4 tahun mulai dengan mempelajari musik-musik Carnatic dan Hindustan.

Dan kini, di usianya yang ke-18 tahun, Suchetha berharap untuk bisa semakin aktif dalam industri musik internasional. Tak hanya itu, ia juga ingin mempelajari terapi musik di masa depan.

“Saya terus mempelajari lagu-lagu dalam banyak bahasa, sembari mencoba untuk belajar berbicara dalam bahasa-bahasa asing itu. Saya sudah mulai belajar bahasa Turki dan Jepang secara otodidak. Mimpi terbesar saya adalah menjadi penampil internasional. Saya juga tertarik dengan terapi musik, satu bidang yang saya harap bisa saya dalami di masa depan,” tutup Suchetha. dbi-01/dsy

Editor : Desy P.

BERITA TERBARU