Game Online, Jebak Anak-anak Main Seks Sejenis, Lalu Dijual Sampai ke Amerika

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Federal Bureau Of Investigastion (FBI) U.S bekerja sama dengan Polresta Bandara Soetta Banten, membongkar transaksi penjualan konten pornografi yang diduga melibatkan anak-anak Indonesia.

Anak-anak antara usia 6-12 tahun menjadi korban seks sejenis. Umumnya pelaku melakukan bujuk rayu pada anak-anak melalui game online, lalu saat korban tertarik pelaku kemudian mengajak korban menjadi objek dari konten pornografi tersebut.

Hingga Minggu pagi tadi (25/2) jumlah pelaku yang ditangkap dan ditahan baru lima pria yang diduga punya kelainan seksual.

“Anak-anak sebagai korban diperdaya oleh pelaku dari aktivitas di games online dengan main bareng (Mabar). Hingga kemudian pelaku menawarkan aksi itu dengan memberikan gift yang bisa digunakan bermain games,” paparnya Wakapolresta Bandara Soetta AKBP Ronald F.C Sipayung dalam konferensi pers di Tangerang, Sabtu (24/2/2024).

 

Video Pornografi Anak Indonesia
Polresta Bandara Soetta Banten melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Federal Bureau Of Investigastion (FBI) U.S.
FBI dengan Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual anak di Amerika yang dalam hal ini dikenal dengan Violence Crime Against Children Task Force memberi informasi adanya konten pornografi diduga melibatkan anak-anak Indonesia yang menjadi korban.

Konten ini beredar sampai Misissipi. Disaat bersmaaan, polisi juga menemukan hal yang sama dari hasil patroli siber.

Dari ribuan konten porno anak yang diungkap oleh Violence Crime Against Children Task Force (VCACTF).

FBI menemukan ribuan konten porno anak, yang di antaranya teridentifikasi merupakan anak-anak berkewarganegaraan Indonesia (WNI). FBI kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Polri.

 

Foto-foto Berbau Pornografi
Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Reza Pahlevi menyebut tidak hanya video, pihaknya juga menemukan banyak foto-foto berbau pornografi.

"Kita rinci disini ada 1.245 image foto dan 3.870 video," kata Reza.

Dari bisnis penjualan konten porno melibatkan anak dibawah umur, Reza menyebut para tersangka mendapat keuntungan yang cukup fantastis.

"Dalam produksinya berapa keuntungan yang diperoleh? Tadi disebutkan ratusan juta," ungkap Reza.

"FBI kemudian memberikan informasi kepada Bapak Kapolresta (Kombes Roberto Pasaribu) tentang adanya video atau konten pornografi yang diduga orang-orang yang terlibat di dalam video itu adalah anak-anak Indonesia," tambah Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta AKBP Ronald Fredi Christian Sipayung .

 

Keuntungan yang Fantastis
Polresta Bandara Soekarno-Hatta kemudian menindaklanjuti informasi FBI tersebut dengan membuat laporan polisi model A pada Agustus 2023.

Dari hasil penelusuran Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta ini polisi berhasil menangkap lima orang tersangka yang merupakan laki-laki dewasa.

"Jadi informasi itu kita terima di bulan Agustus 2023. Maka kejadian dan peristiwa untuk merekam, menghubungi, berkomunikasi, dan mempergunakan anak sebagai objek dari kekerasan seksual itu terjadi sebelumnya," imbuhnya.

Para pelaku memproduksi konten-konten video pornografi anak melalui rekaman handphone pribadi, kemudian, menyebarluaskan serta menjual belikan melalui akun telegram premium VGK.

Ia juga mengatakan, atas hasil penjualan konten pornografi anak ini, pelaku mendapat perolehan keuntungan yang fantastis.

“Pelaku menjual video dengan harga $50, $100 US dolar. Atau nilai rupiah Rp100 ribu hingga Rp300 ribu,” katanya.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan internasional penjualan video pornografi anak sesama jenis melalui media Telegram Messenger. erc/jk/rmc

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…