Heboh! Video Fenomena 2 Matahari di Langit Mentawai Sumbar, Ahli Cuaca Beri Penjelasan Ini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar, fenomena dua matahari di langit Mentawai, SUmatera Barat (Sumbar). SP/ SMBR
Tangkapan layar, fenomena dua matahari di langit Mentawai, SUmatera Barat (Sumbar). SP/ SMBR

i

SURABAYAPAGI.com, Sumatera - Warganet dihebohkan beredarnya video yang menunjukkan dua matahari muncul di langit Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) yang berhasil direkam oleh warga yang tidak jauh dari pantai. Video tersebut diunggah oleh akun Threads @coretankertas, Sabtu (24/02/2024)

Dalam video berdurasi sekitar satu menit, warga menyaksikan dua benda bercahaya terang di balik awan yang mereka sebut sebagai matahari. Matahari pertama muncul dengan kondisi diselimuti awan, sementara 1 lagi muncul dengan kondisi tanpa diselimuti awan. Mereka mengaku cemas dengan fenomena alam tersebut. 

"Matahari, ini suatu tanda tak terdugakan ini. Matahari kedua ini. Ini Matahari kedua, yang pertama ini kurang terang. Berbahaya ini, entah apa yang terjadi ini," kata pria yang merekam fenomena alam itu, Dilihat Minggu (25/02/2024).

Sementara itu, menurut Kepala Stasiun BMKG Padang Panjang Suaidi Ahadi menyatakan kemunculan dua matahari atau matahari kembar di Mentawai adalah sun dog atau fenomena optik di atmosfer. Suaidi memastikan bahwa fenomena matahari kembar di Mentawai tidak mengisyaratkan tanda alam apapun.

"Kalau ditelusuri lewat media sosial yang meng-upload pertama ada di sini, tempat kejadian Pulau Masokut, Mentawai. Waktu Kamis pagi tanggal 22 Februari 2024," jelas Suaidi.

Terpisah, menurut ahli cuaca dari State College of Meteorology Climatology and Geophysics (STMKG) Deni Septiadi mengatakan, fenomena alam tersebut disebut sebagai Sundog atau Parhelion. Ini merupakan fenomena optik Matahari yang muncul karena kerapatan atmosfer.

"Ini namanya "Sundog" atau "Parhelion" fenomena optik atmosfer yang merupakan jenis "Halo" Matahari. Perbedaan densitas atau kerapatan atmosfer mengakibatkan difraksi cahaya Matahari dipantulkan oleh kristal es akan menghasilkan dua titik cahaya di sekitar Matahari sehingga akan tampak sebagai matahari kembar pada perspektif pandangan kita yang ada di permukaan," kata Deni.

Deni menuturkan, hal itu lazim terjadi pada kondisi hujan dan panas atau kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga memunculkan kristal es.

"Sundog lazim terjadi saat perbedaan kontras kondisi hujan dan panas atau iklim yang dingin dan cukup lembab pada suatu tempat di mana awan-awan tinggi jenis Cirrus memiliki kristal es terdifraksi oleh cahaya Matahari," jelasnya.

"Di samping adanya kristal es pada awan Cirrus dan kondisi iklim yang dingin, munculnya Sundog biasanya saat Matahari rendah di langit yaitu saat terbit atau terbenam, ini posisi yang paling ideal terjadi Halo," lanjutnya.

Memang Sundog ini seolah-olah menampakkan dua matahari kembar akan tetapi faktanya itu hanyalah pantulan dari efek Optikal Atmosfer yang terjadi. Tidak ada ancaman atau bencana yang muncul akibat fenomena ini.

Sebagai informasi, Fenomena Sundog adalah fenomena optik murni akibat pemantulan cahaya, tidak terkait sebagai penanda cuaca ekstrem ataupun terjadinya badai. Namun demikian, keberadaan awan Cirrus merupakan petunjuk adanya perubahan cuaca di atmosfer kedepannya. Meskipun dalam beberapa kasus, pertumbuhan awan Cirrus yang masif dan kompleks melibatkan cuaca ekstrem. smbr-01/dsy

Berita Terbaru

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Bali – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan m…

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memastikan tempat di final putra Campus League 2026 Futsal R…

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, prestasi olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas manusia. P…