Dinkes PPKB Kota Madiun Gelar Pemeriksaan Kesehatan 152 Calon Haji

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah calon jemaah haji pemberangkatan tahun 2025 menjalani pemeriksaan fisik dan tes kejiwaan di Puskesmas Sogaten. SP/ MDN
Sejumlah calon jemaah haji pemberangkatan tahun 2025 menjalani pemeriksaan fisik dan tes kejiwaan di Puskesmas Sogaten. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Jawa Timur menggelar rangkaian persiapan keberangkatan ibadah haji pada 2025 ke sebanyak 152 calon Jemaah.

Diketahui, pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan salah satu persyaratan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji pada 2025. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes kesehatan fisik dan jiwa. Seperti, kemampuan daya ingat, kognitif, dan penunjang lainnya. Juga, pemeriksaan Activity of Daily Living (ADL). Yaitu, kemampuan melakukan aktivitas harian secara mandiri.

"Dari hasil pemeriksaan ini nanti kami masukkan dalam aplikasi Siskohat (Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu). Selanjutnya, dari aplikasi tersebut akan diketahui apakah calon haji yang bersangkutan dinyatakan 'istithaah' kesehatan atau tidak," ujar Kepala Sub Koordinator Pengelolaan Pelayanan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes PPKB Kota Madiun Tri Wahyuning Novitasari, Minggu (17/11/2024).

Dia menyebut beberapa kriteria istithaah kesehatan. Pertama, calon haji dinyatakan istithaah kesehatan artinya memiliki kemampuan menjalankan ibadah haji baik secara fisik maupun mental. Kedua, istithaah kesehatan dengan pendampingan. Artinya, calon haji yang bersangkutan dapat menjalankan ibadah haji namun wajib mengonsumsi obat-obatan pendamping sebagai penunjang kegiatan ibadah.

Ketiga, calon haji yang tidak memenuhi istithaah kesehatan sementara. Bagi calon haji yang mendapatkan status ini masih diberi kesempatan menjalankan pengobatan dan memperbaiki kondisi tubuh hingga batas akhir pelunasan.

Keempat, yakni tidak memenuhi istithaah berarti tidak dapat melakukan pelunasan dan tidak mengikuti ibadah haji karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Yang jelas, hasil dari pemeriksaan ini untuk memetakan mana saja calon jemaah yang termasuk berisiko tinggi (risti) sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Pihaknya juga meminta senantiasa menjaga kesehatan. Apalagi, periode keberangkatan ibadah haji masih cukup lama, yakni diperkirakan awal Mei 2025 sehingga masih banyak waktu mempersiapkan diri dari segi kesehatan. Namun, Jika dibandingkan dengan pemberangkatan haji 2024, menurutnya kondisi kesehatan CJH 2025 lebih bagus dan sedikit risiko.

"Bagi yang mendapatkan hasil tes baik harap dipertahankan, sedangkan bagi calon haji yang hasil tes kesehatannya kurang baik segera ditingkatkan, yakni dengan makan makanan bergizi, olahraga, tidur yang cukup, dan menjalani pengobatan bila perlu," katanya. md-01/dsy

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…