SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Para petani Desa Prasung, Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo mengamuk pada senin (3/11'25) siang di pinggir kali irigasi Prasung, pasalnya sudah seminggu ini tebangan pohon, kayu, ranting dan dedaunan pohon yang dieksekusi bukan ditebang dengan menggunakan alat berat (eksavator) dibuang ke kali irigasi para petani Prasung oleh dinas terkait sehingga sampai senin siang masih mengotori aliran irigasi para petani Prasung.
Petani berinisial AH Prasung Buduran yang mengkoordinir para rekannya sesama petani dibantu para honorer pengairan mengatakan, para petani Prasung terpaksa membersihkan sendiri potongan pohon yang dibuang di kali Irigasi sambil marah.
Para petani sekitar menyalahkan instansi yang menebang pohon tanpa tanggung jawab, bisanya menebang tapi tidak membersihkan irigasi sehingga para petani merasa dirugikan akibat aliran air terhambat oleh kayu tebangan pohon serta sampah kayu tersebut.
Saluran irigasi vital pertanian sekitar 1.5 km yang melintasi dari desa Banjar kemantren, wadu ngasih, prasung Buduran menjadi buntu.
“Sebenarnya itu proyeknya PU tapi pelaksana penebangan adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, mengapa hanya bisa menebang dan tidak dibersihkan sehingga mengotori kali irigasi yang sangat merugikan para Petani Prasung Buduran Sidoarjo,” ungkap AH dengan nada kesal, Senin (03/11/2025).
Para petani meminta tanggung jawab pihak DLHK maupun PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo untuk membersihkan kotoran dikali irigasi petani Prasung sehingga tidak membuat masalah bagi para petani Prasung, para petani bergotong royong membersihkan kotoran penebangan yang dibuang ke kali irigasi sehingga aliran air para petani menjadi tidak lancar.
Kami sudah melapor ke dinas terkait melalui WA berikut disertai foto lokasi pekerjaan, ungkap AH tapi tidak direspon sampai seminggu ini, sehingga dengan terpaksa mulai senin (03/11/2025) pagi tadi para petani dikerahkan dari prasung tani dan kepuhsari, pekerjaan pembersihan belum selesai malah ada eskavator dari arah timur yang memulai pekerjaan lanjutan, mengakibatkan aliran sungai terhambat kembali, akhirnya para petani dengan perasaan kesal meninggalkan lokasi pekerjaan kerja bakti. hik
Editor : Desy Ayu