Jelang Nataru 2025/2026, Okupansi Pendakian Gunung Raung Turun 50 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pendakian Gunung Raung di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW
Ilustrasi. Pendakian Gunung Raung di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, salah satu operator trip pendakian Raung via Wonorejo mengungkap jumlah pendaki Gunung Raung melalui pintu masuk Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, mengalami penurunan drastis hingga 50 persen.

Sehingga, untuk mengantisipasi tersebut, pihaknya tidak menyiapkan langkah khusus seperti tahun-tahun sebelumnya. Penurunan jumlah pendaki tahun ini membuat kesiapan tambahan tidak lagi diperlukan.

"Tidak ada persiapan khusus seperti tahun kemarin, karena kondisi cuaca berbeda. Intensitas tamu sangat jauh berkurang," ujar Dimas, Jumat (05/12/2025).

Pasalnya, menurutnya, cuaca berkabut dan hujan menjadi faktor utama calon pendaki ragu melakukan pemesanan. Selain itu, pihaknya juga kini lebih selektif dalam menerima tamu. Pengalaman pendaki menjadi pertimbangan penting, mengingat medan Gunung Raung dikenal teknis dan ekstrem.

"Kalau di trip saya bisa turun sampai 50 persen. Banyak yang ragu dapat view karena kabut. Kami lebih selektif, salah satunya memastikan tamu sudah punya pengalaman mendaki atau belum. Karena cuacanya anomali, jadi risiko semakin besar bagi pendaki pemula," jelas Dimas.

Ia menambahkan, pendakian di tengah cuaca hujan memberikan dua kemungkinan berbeda bagi pendaki saat mencapai puncak: bisa mendapatkan pemandangan terbaik, atau justru sebaliknya.

"Kalau cuaca hujan bisa dua kemungkinan: sekalinya bagus, view-nya terbaik. Tapi kalau tidak bersahabat, ya view-nya kurang epik. Itu sudah kami sampaikan ke tamu sejak awal," katanya.

Meski terjadi penurunan okupansi, jadwal open trip milik Dimas tetap terisi. Pemesanan masih penuh di setiap tanggal, mulai pertengahan Desember hingga awal Januari 2026. Sementara itu, pengelola jalur pendakian Wonorejo terus memantau perkembangan cuaca di kawasan Gunung Raung. Mengingat kondisi puncak yang dapat berubah ekstrem dalam hitungan jam.

"Penurunan ada, tapi schedule tetap terisi dari belasan Desember sampai awal tahun. Tetap ada yang berangkat tiap tanggalnya," tambahnya. by-01/dsy

Berita Terbaru

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan penipuan berkedok kerja sama proyek pembangunan ruko di kawasan Pasar Wisata, Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, m…

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengurusan perpanjangan izin pemanfaatan air tanah untuk 21 titik sumur milik Perumda Air Minum Banyuwangi menelan biaya hingga…