Ketua RT dan RW di Kota Madiun Mundur Massal, Ini Pemicunya!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah Ketua RT dan RW di Perumahan Bumi Antariksa, Kelurahan Klegen, Kota Madiun, menyatakan mundur dari jabatannya. SP/ MAN
Sejumlah Ketua RT dan RW di Perumahan Bumi Antariksa, Kelurahan Klegen, Kota Madiun, menyatakan mundur dari jabatannya. SP/ MAN

i

SURABAYAPAGI.com, madiun - Sejumlah Ketua RT dan RW di Perumahan Bumi Antariksa, Kelurahan Klegen, Kota Madiun, menyatakan mundur dari jabatannya. Langkah itu diambil sebagai bentuk protes atas pengelolaan gedung fasilitas umum yang dinilai dilakukan sepihak tanpa komunikasi dengan warga.

Polemik bermula dari penyerahan kunci gedung fasum yang dinilai sepihak dan tanpa komunikasi dengan warga. Akibatnya, Ketua RW 10 sekaligus Ketua Paguyuban Bumi Antariksa (PBA) RW 9 RT, Agung Budiarto, memilih mengundurkan diri bersama sejumlah pengurus RT dan RW.

Agung menegaskan, persoalan tersebut sejatinya sederhana. Selama ini, struktur warga mulai dari RT, RW hingga paguyuban telah solid dan bersinergi dalam mengelola kepentingan masyarakat. Namun masalah muncul ketika gedung fasum yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan Antariksa Mart diserahkan pengelolaannya tanpa melibatkan warga.

“Gedung itu fasilitas umum, milik warga. Tapi kuncinya justru diserahkan kepada pihak lain yang sedang bermasalah, tanpa komunikasi dengan RT, RW, maupun paguyuban,” tegas Agung kepada wartawan, Selasa malam (16/12/2025). 

Ia menjelaskan, Antariksa Mart sebelumnya dikelola oleh pihak tertentu, lalu kunci gedung diserahkan kepada lurah. Menurutnya, langkah tersebut keliru karena fasum seharusnya berada di bawah kendali warga, bukan individu atau kelompok tertentu.

Persoalan semakin rumit ketika muncul rencana pemanfaatan gedung untuk Koperasi Merah Putih. Agung menegaskan, koperasi tersebut bukan milik perumahan, melainkan milik seluruh warga Kelurahan Klegen.

“Kalau mau dijadikan Koperasi Merah Putih, harusnya dibicarakan dengan warga. Ini koperasi milik masyarakat Klegen, bukan milik Bumi Antariksa. Warga itu welcome, asal diajak komunikasi,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun itu juga mempertanyakan klaim bahwa kunci gedung tidak boleh dikembalikan kepada warga karena disebut-sebut atas perintah Wali Kota. Menurutnya, klaim tersebut perlu diluruskan.

“Saya yakin Wali Kota tidak akan mengurus persoalan kecil seperti ini sampai sejauh itu. Ini hanya masalah warga di satu perumahan,” ujarnya.

Kekecewaan warga memuncak karena merasa tidak lagi dipercaya. Penyerahan kunci, pengecekan gedung, hingga rencana koperasi dilakukan tanpa melibatkan RT dan RW.“Kalau kami tidak dipercaya, lalu untuk apa kami tetap menjabat sebagai Ketua RT dan RW?” kata Agung lugas.

Ia mengungkapkan, hingga kini belum ada serah terima resmi berupa stempel atau administrasi kepengurusan. Kunci gedung pun hanya diserahkan melalui surat tulisan tangan dari lurah.

Warga sebenarnya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara damai dengan mengembalikan kunci kepada warga, lalu membuka ruang musyawarah. Menurut Agung, warga tidak menolak program Koperasi Merah Putih karena itu merupakan program nasional. Namun pengelolaannya harus transparan, profesional, dan berbasis kesepakatan bersama.

“Kalau manfaatnya lebih besar, warga pasti mendukung. Tapi harus ditata manajemennya, keuangannya, dan pengelolaannya dengan jelas,” tegasnya.

Terkait penyelesaian ke depan, Agung menyebut bola kini berada di tangan lurah. Ia berharap lurah bersedia membuka komunikasi dengan warga dan tidak bersikap arogan.

“Pemimpin itu harus mengayomi, bukan merasa paling berkuasa. Kalau tidak ada komunikasi, konflik seperti ini akan terus terjadi,” pungkasnya. man

Berita Terbaru

SPBU Belum Merata, Gus Fawait Buka Peluang Investasi di Jember

SPBU Belum Merata, Gus Fawait Buka Peluang Investasi di Jember

Rabu, 09 Sep 2026 21:49 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:49 WIB

SurabayaPagi.com- Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya untuk mengantisisasi keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap memicu a…

KUA-PPAS 2027 Jember Disepakati, Pendapatan Diproyeksi Rp4,5 Triliun

KUA-PPAS 2027 Jember Disepakati, Pendapatan Diproyeksi Rp4,5 Triliun

Rabu, 09 Sep 2026 21:47 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:47 WIB

surabayapagi.com- Jember - Bupati Jember Gus Fawait hadir dan mendengarkan langsung Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Jember Terhadap…

AceKid Ajak Orang Tua Melihat Langsung Sumber Susu dan Proses Produksi di China

AceKid Ajak Orang Tua Melihat Langsung Sumber Susu dan Proses Produksi di China

Rabu, 09 Sep 2026 21:07 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Informasi mengenai asal bahan baku dan proses produksi menjadi salah satu aspek yang mulai diperhatikan orang tua dalam memilih produk …

Data Desil Bikin Penduduk Miskin Jatim Tembus 20,9 Juta, Sri Untari Segera Panggil Dinsos dan BPS

Data Desil Bikin Penduduk Miskin Jatim Tembus 20,9 Juta, Sri Untari Segera Panggil Dinsos dan BPS

Rabu, 09 Sep 2026 20:55 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 20:55 WIB

“Contoh rumah. Rumah ternyata milik mertuanya atau milik warisan dari orang tua. Itu sudah langsung rumah bagus, ini sudah langsung masuk desil 6, desil 7,”…

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebuah mobil pickup berplat merah yang diduga milik Dinas Lingkungan Hidup terlibat kecelakaan lalulintas dengan sepeda motor Yam…

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polres Madiun Kota akhirnya buka suara terkait persoalan meter air di PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Kapolres Madiun Kota AKBP R…