Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekitar dua ribu orang di London menggelar demonstrasi menuntut perubahan rezim di Iran di luar kediaman Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Senin (12/1/2026).
Sekitar dua ribu orang di London menggelar demonstrasi menuntut perubahan rezim di Iran di luar kediaman Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Senin (12/1/2026).

i

Mata Uang Rial Iran Turun 40 Persen Dorong Inflasi Harga Pangan hingga 70 Persen 

 

SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Militer Iran menegaskan bakal membela kepentingan nasional negara tersebut, di tengah meningkatnya aksi unjuk rasa anti-pemerintah, penangkapan demonstran, dan pemadaman internet secara massal sejak akhir pekan kemarin.

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (10/1) lalu, militer Iran menuduh Israel dan "kelompok teroris yang bermusuhan", berupaya merusak keamanan publik Iran.

"Angkatan Darat, di bawah komando Panglima Tertinggi, bersama dengan angkatan bersenjata lainnya, selain memantau pergerakan musuh di wilayah tersebut, akan dengan tegas melindungi dan menjaga kepentingan nasional, infrastruktur strategis, negara, dan harta benda publik," demikian bunyi pernyataan tersebut, dilansir Al Jazeera.

Peringatan ini muncul saat pemerintah Ayatollah Ali Khamenei, dan otoritas keamanan Iran berupaya meredam demonstrasi terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

 

Pendemo "Musuh Tuhan"

Demonstrasi di Iran pekan ini dipicu atas kemarahan rakyat terhadap melonjaknya biaya hidup dan inflasi.

Akhir pekan kemarin kerumunan massa kembali terjadi di bagian utara ibu kota Teheran, termasuk di kota Rasht di utara, Tabriz di barat laut, serta Shiraz dan Kerman di selatan.

Demonstrasi telah berlangsung di seluruh wilayah di Iran sejak akhir Desember, dengan seruan yang semakin meningkat untuk mengakhiri sistem ulama yang telah memerintah negara itu sejak revolusi Islam 1979.

Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahedi Azad, memperingatkan bahwa siapa pun yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa ini akan dianggap sebagai "musuh Tuhan".

 

Trump Diberi Pengarahan

Donald Trump akan diberi pengarahan oleh para pejabat pada tanggal 13 Januari mengenai opsi-opsi terhadap Iran. Termasuk serangan militer, menggunakan senjata siber rahasia, memperluas sanksi dan memberikan bantuan online kepada sumber-sumber anti-pemerintah.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, sebelumnya sudah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan 'kesalahan perhitungan'.

"Mari kita perjelas: jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kami," kata Qalibaf.

Diketahui demonstrasi di Iran mulai terjadi pada akhir Desember sebagai respons terhadap krisis mata uang, tetapi sejak itu demonstrasi tersebut menyebar dan bertambah besar karena banyak warga Iran menyerukan perubahan besar-besaran terhadap pemerintahan otoriter negara itu. Pejabat Iran telah mengancam akan menindak demonstrasi tersebut, dan puluhan demonstran telah tewas, berdasarkan laporan kelompok hak asasi manusia.

Sementara itu, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan pemerintah "tidak akan mundur" dalam menghadapi protes skala besar

Korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi di Iran terus melonjak. Sebuah kelompok hak asasi manusia setempat melaporkan korban tewas hingga 11 Januari 2025 tercatat mencapai 500 orang.

 

Korban Tewas Terus Bertambah

Dilansir Reuters dan The Strait Times, Senin (12/1/2026), korban tewas terus bertambah ketika Teheran mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump melaksanakan ancamannya untuk melakukan intervensi atas nama para pengunjuk rasa.

Dengan pendirian ulama Republik Islam yang menghadapi demonstrasi terbesar sejak 2022, Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan intervensi jika kekerasan digunakan terhadap para pengunjuk rasa.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat (AS), HRANA, mengatakan bahwa mereka telah memverifikasi kematian 490 pengunjuk rasa dan 48 petugas keamanan, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap.

Kepala geoekonomi Timur Tengah untuk Bloomberg Economics, Dina Esfandiary menilai gelombang protes kali ini bisa berujung menggulingkan pemerintahan. Sebab, ada dua dinamika yang tampak berbeda dalam protes sekarang dengan aksi sebelumnya.

Perbedaan pertama, kondisi ekonomi yang semakin memburuk setelah bertahun-tahun dijatuhi sanski oleh negara Barat.

Mata uang Rial Iran turun sekitar 40 persen yang mendorong inflasi harga pangan hingga 70 persen dari tahun ke tahun. Rial Iran melemah dengan cepat di tengah pengetatan sanksi dan penurunan harga minyak.

Ini diperparah dengan kekeringan bertahun-tahun dan pengelolaan pasokan air yang buruk sehingga mengganggu produksi pangan lokal. Ditambah lagi dengan pemadaman listrik yang berkepanjangan dan lemahnya pasar tenaga kerja.

 

Geopolitik Iran Menurun Drastis

Perbedaan kedua adalah kedudukan geopolitik Iran telah menurun drastis. Penggulingan Presiden Suriah Bashar al Assad tahun lalu telah mengakhiri aliansi yang sangat penting bagi pengaruh Teheran di kawasan tersebut.

Iran juga menyaksikan sekutunya, Hizbullah dan Hamas, dibom dan dilemahkan di Lebanon dan Gaza.

Esfandiary melihat pemerintah Iran sekarang menghadapi kemungkinan konflik yang nyata. Namun, ia melihat kemungkinan kecil terjadinya keruntuhan total pemerintah atau reformasi.

Ia menilai sistem tetap ada, tetapi dengan pemimpin yang berbeda, atau kudeta yang dipimpin oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Faktor tak terduga lainnya adalah potensi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang kini berusia 86 tahun. Kematian Khamenei berpeluang mengantarkan suksesi pemimpin tertinggi kedua sejak kepergian Shah.

"Perbedaannya kali ini dibandingkan dengan sebelumnya adalah IRGC jauh lebih dominan. Tidak ada susunan skenario di mana pemimpin tertinggi berikutnya tidak bekerja sama erat dengan IRGC," kata Esfandiary.

 

Pemimpin Iran Mau Bernegosiasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin Iran telah menghubunginya untuk "bernegosiasi" setelah ia berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer, jika Teheran membunuh para demonstran.

Selama dua minggu, Iran telah diguncang aksi protes yang semakin membesar, meskipun ada penindakan, yang menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menjadi "pembantaian."

Awalnya dipicu oleh kemarahan atas meningkatnya biaya hidup, aksi demonstrasi telah berkembang menjadi tantangan serius terhadap sistem teokrasi yang berlaku sejak revolusi 1979.

Informasi terus mengalir keluar dari Iran meskipun internet dimatikan selama beberapa hari, dengan video yang bocor dari ibu kota Iran, Teheran dan kota-kota lain selama tiga malam terakhir menunjukkan demonstrasi besar-besaran.

Saat laporan muncul tentang meningkatnya jumlah korban tewas dalam aksi protes, Trump mengatakan Teheran mengindikasikan kesediaannya untuk berbicara.

"Para pemimpin Iran menelepon kemarin," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force Ono pada Minggu (11/1) waktu setempat. Dia menambahkan bahwa "pertemuan sedang diatur... Mereka ingin bernegosiasi," ujarnya dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (12/1/2026).

Namun, Trump menambahkan bahwa "kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan." n afp/rtr/rmc

Berita Terbaru

Berpotensi Roboh dan Dibakar, DLH Ponorogo Pangkas Sejumlah Pohon Terindikasi Mati

Berpotensi Roboh dan Dibakar, DLH Ponorogo Pangkas Sejumlah Pohon Terindikasi Mati

Rabu, 09 Sep 2026 11:10 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya mengantisipasi pohon tumbang maupun ranting lapuk yang berpotensi roboh dan membahayakan pengguna jalan, Dinas…

Peternak Keluhkan Harga Kambing di Ponorogo Anjlok hingga Rp600 Ribu per Ekor

Peternak Keluhkan Harga Kambing di Ponorogo Anjlok hingga Rp600 Ribu per Ekor

Rabu, 09 Sep 2026 10:57 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peternak kambing di Kabupaten Ponorogo mengeluhkan jatuhnya harga kambing. Sehingga,…

Dinkes P2KB Tuban Gencar Latih Tenaga Medis Deteksi Kelainan Bayi Sejak Dini

Dinkes P2KB Tuban Gencar Latih Tenaga Medis Deteksi Kelainan Bayi Sejak Dini

Rabu, 09 Sep 2026 10:33 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Melalui pelatihan langsung atau On The Job Training (OJT) bagi tenaga medis di enam rumah sakit se-Kabupaten Tuban, Dinas Kesehatan,…

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 akan kembali digelar di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Rencananya IMOS 2026 bakal…

Setahun, Purbaya Klaim Uji Berbagai Teori Ekonomi

Setahun, Purbaya Klaim Uji Berbagai Teori Ekonomi

Rabu, 09 Sep 2026 08:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Purbaya Yudhi Sadewa genap setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto. Ia pun membeberkan…

Elon Musk, Beradu Narasi dengan Chess.com

Elon Musk, Beradu Narasi dengan Chess.com

Rabu, 09 Sep 2026 07:58 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 07:58 WIB

SURABAYAPAGI.com - Elon Musk kembali beradu argumen dengan Chess.com, situs yang pernah membuat tulisan ‘Mengapa Elon Musk tidak, dan tidak bisa, bermain c…