Nagita Slavina jadi Duta PON XX Papua, Disorot

Artis Rame-rame Mengkritik, Menpora Malah Gak Tau

Foto Nagita Slavina mengenakan pakaian adat Papua, sembari mempromosikan PON XX Papua mendatang.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Nagita Slavina kembali menjadi sorotan publik usai ditunjuk menjadi Duta Pon XX Papua baru-baru ini. Beberapa orang menilai kegiatan yang dilakukan oleh Nagita Slavina tersebut mengarah ke istilah cultural appropriation.

Menanggapi polemik tersebut, salah satu komika asal papua, Arie Kriting menyuarakan pendapatnya terkait ditunjuknya Nagita Slavina sebagai Duta Pon XX yang bakal diselenggarakan di Papua. Awal mula dirinya menyuarakan keresahan hatinya, bermula dari permintaan kawan-kawannya.

"Pokoknya saya punya abang-abang suruh saya bantu suarakan, ya saya suarakan. Ya mungkin bisa tanya sama kakak Jakaerlimena atau mungkin sama kakak Stefan Wali, adik-adik dari Papua juga ada yang bersuara. Saya hanya menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah mereka aja, saya hanya bantu sampaikan aja. Tanya lebih jelas sama kakak-kakak yang dari Papua," Kata Arie Kriting, Jumat (4/6/2021).

"Mereka sudah sampaikan ini dari dua sampai tiga hari yang lalu mereka up ini, cuma kan nggak ada yang perhatikan, jadi saya bantu-bantu aja," tuturnya.

Menurutnya, dengan kehadiran sosok perempuan Papua sebagai Duta PON XX Papua akan menghindarkan terjadinya Cultural Appropriation dan menjadi sinyal baik bagi pengakuan kita atas keberagaman Indonesia.

Cultural appropriation adalah perbuatan yang mengacu pada meminjam atau mencuri budaya dari kelompok minoritas untuk digunakan sebagai keuntungan pribadi. Mari kita pertimbangkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan masing-masing istilah dalam frasa serta beberapa istilah terkait yang penting untuk dipahami.

Mengenai pro kontra yang terjadi, Arie mengaku tak masalah. Setidaknya dirinya sudah menyampaikan aspirasi dari teman-temanya.

"Ya nggak apa-apa, pro dan kontra sih. Tapi saya senang sih ada beberapa yang support. Doakan saja lah, kalau kami sih hanya menyampaikan aspirasi. Saya hanya menyampaikan aspirasi teman-teman. Beberapa sudah saya sampaikan sejak lama dan mungkin biar bisa lebih jelas tanya sama mereka juga," tuturnya.

Komentar Arie Kriting di akun Instagram-nya, berikut isi keresahan Arie Kriting menyoal penunjukan Nagita Slavina menjadi duta Pon XX.

"Sebenarnya sudah sejak awal saya merasa ada yang janggal dengan hal ini, tetapi saya menunggu tanggapan dari saudara-saudara asli Papua terkait dengan hal ini. Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta Pon xx Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papuan. Tapi kita juga menyadari bahwa kapabilitas Kak Nagita dalam membawa misi sosialisasi untuk PON XX ini sangat dibutuhkan.

Solusi dari saya, Duta PON XX Papua harus tetap perempuan Papua. Angkat lagi salah satu sosok perempuan Papua,@mikhelia, @nereputri atau siapa yang dirasa memadai.

 

Arie Didukung Para Artis

Melihat postingan dari Arie Kriting tersebut, banyak selebriti yang ikut menyuarakan pendapat mereka. Di bagian kolom komentar, ada banyak artis dan public figure yang setuju dengan pendapat Arie. "Betul sekali. Setuju," tulis Happy Salma.

Kemudian ada sosok sutradara kondang tanah air yakni Hanung Bramantyo juga ikut memiliki pendapat serupa. "Setuju banget," ungkapnya dibarengi emoticon hati dan api.

Tak ketinggalan ada pula sosok Augie Fantinus yang juga turut buka suara. " Setuju banget. Semoga pendapat seperti ini bisa dilihat dari sisi positif dan tentu semangat cinta tanah air," tulis Augie.

Ada pula artis asal Papua yang buka suara, yakni sosok Cupink Topan dan Mama Alkatiri. Cupink Topan yang juga sependapat dengan Arie Kriting. "Abang sependapat. Padahal banyak adik-adik public figure dari Papua, termasuk adik Arie Kriting," ungkapnya.

Komedian Mama Alkatiri juga ikut berpendapat, "Harusnya Abdurrahim Arsyad laki-laki asli Bintuni itu yang jadi Duta PON mendampingi Kak Boaz."

Senada dengan Arie Kriting, artis cantik Dian Sastrowardoyo juga ikut menyuarakan pendapatnya atas penunjukan Nagita sebagai duta PON Papua XX. Dian bahkan memberikan dua kali memberikan pendapat.  Awalnya, Dian menulis komentar, "hegemoni representasi."

Kali kedua unggahan Dian lebih "Nagita itu teman saya, tapi Indonesia itu warna warni. Sudah waktunya saudara-saudara Papua merasa terwakili," tulis Dian Sastro di akun @therealdisastr.

Kedua komentar Dian ini langsung dihujani kritikan dari pendukung Nagita terhadap bintang AADC itu. "Bermuka 2 ngaku2 teman malu enggak malu lah masa enggak haha," tulis @ruids32898.

 

Raffi Ahmad Membela

Mendapat kritikan dari Arie Kriting dan beberapa artis, Raffi Ahmad, suami Nagita Slavina membela istrinya. Menurut Raffi, ia dan Nagita ditunjuk sebagai ikon PON Papua, bukan sebagai duta. "Kita bukan duta, kita ikon," kata Raffi Ahmad

Raffi menganggap ada kesalahpahaman terkait kritik Arie Kriting tersebut. Ia mengatakan dirinya dan Nagita ditunjuk sebagai ikon, sedangkan Boaz Solossa yang menjadi duta PON XX di Papua. "Ini tuh ada miss komunikasi saja. Dutanya Boaz Solossa. Nanti bisa ditanya aja ke pihak PON. Ya kita ikon, beda sama duta," tutur Raffi Ahmad.

 

Menpora Tak Tahu

Sementara, penunjukkan Nagita Slavina menjadi Duta PON XX Papua, tidak diketahui oleh pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal ini diungkapkan Menpora Zainuddin Amali. Ia menegaskan bahwa Kemenpora tidak tahu menahu soal keputusan menunjuk Nagita sebagai Ikon PON Papua. Menurut dia, keputusan itu berada sepenuhnya pada PB PON selaku penyelenggara.

"Keputusan tentang penunjukan Ikon PON itu bukan oleh pemerintah pusat, bukan oleh Menpora, apalagi dikaitkan bahwa ini dari Presiden. Sama sekali tidak, kami tidak tahu menahu, ini sepenuhnya keputusan PB PON," kata Zainudin Amali dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6/2021).

Ia mengatakan, Ketua Umum PB PON XX Papua saat ini juga adalah Gubernur Papua Lukas Enembe. "PB PON XX yang Ketumnya Gubernur Papua, dengan kewenangannya memutuskan duta atau itu Nagita," ucapnya. erk/fif/cr4/dsy