Banjir Kiriman Dari Bukit Rendam Delapan RT di Tulungagung

Warga membersihkan rumah pasca banjir di Tulungagung SP/DECOM

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung – Banjir rendam delapan RT di Desa Sumberagung, Rejotangan, Tulungagung. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan aliran air naik dan sempat merendam pemukiman lebih dari satu meter. Banjir menyebabkan beberapa rumah warga rusak.

Menurut Isna, seorang warga setempat, banjir sendiri dimulai pada, selasa (2/2/2021) sore hari. Diduga air bah yang merendam rumah warga tersebut berasal dari perbukitan di wilayah Kabupaten Blitara dan Tulungagung .

"Ini banjir yang terbesar di wilayah sini, ketinggiannya sampai dengan satu dada orang dewasa. Semua terendam, kasur, kursi dan yang lain," kata Isna, Rabu (3/2/2021).

Isna mengatakan, saat mengetahui banjir datang warga berbondong-bondong mengevakuasi diri dan barang berharga mereka. Akan tetapi volume air bah yang banyak menyebabkan beberapa dari mereka terlambat menyelamatkan perabotan rumah tangganya Sekarang warga setempat mulai bersama-sama membersihkan rumah dan mencari perabotan yang hanyut oleh banjir.

"Banjirnya cepat surut, tapi lumpurnya yang banyak," ujarnya.

Bukan Cuma rumah warga, banjir juga merusak breberapa ifrastruktur kampung. Kepala Desa Sumberagung, Judianan Nugroho, mengatakan jalanan yang ada di dekat sungai longsor dan mengancam salah satu rumah warga. Selain itu, talut yang baru dibangun jadi ambrol terkena terjangan banjir.

"Talut itu baru saja dibangun dari bantuan keuangan kabupaten senilai Rp 150 juta. Dari panjang 170 meter yang ambrol separuhnya, Juga banjir merendam 321 petak sawah disini," kata Judianan, Rabu (3/2/2021).

Mendengar kabar banjir, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mengatakan jika banjir tersebut  berasal dari lereng perbukitan wilayah Blitar dan Tulungagung. Ia menuturkan jika memang penghijauan di atas bukit tersebut memang diperlukan untuk mnghindari kejadian serupa.

“Sementara, kami memperhatikan masyarakat yang terdampak dengan bantuan sembako. BPBD juga akan menginventarisir dampak banjir, misalkan ada kerusakan jalan, tanggul, rumah, dan akan kami siapkan penanganannya," jelas Maryoto, Rabu (3/2/2021). Arb9