Tunjukan Aksi Incip Duren

Dispendukcapil Kota Kediri Lakukan Home Visit Perekaman e-KTP Warga ODGJ dan ABK

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri terus berupaya agar warga Kota Kediri tertib adminduk

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri terus berupaya agar warga Kota Kediri tertib adminduk. Salah satunya melalui program Integrasi Percepatan Pelayanan Penduduk Rentan (Incip Duren), seperti yang dilaksanakan kemarin pagi, Rabu (8/6/2022). Dispendukcapil didampingi pendamping ODGJ Kecamatan, TRC Kelurahan Rejomulyo serta perwakilan Kelurahan Rejomulyo melakukan home visit dan perekaman e-KTP pada 2 warga ODGJ dan ABK di Kelurahan Rejomulyo.

Syamsul Bachri, Kepala Dispendukcapil Kota Kediri saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna, Kamis (9/6) menjelaskan bahwa perekaman e-KTP dengan home visit ini merupakan wujud dari program Incip Duren yang baru saja di launching Dispendukcapil Kota Kediri. Menurutnya adanya program ini akan memudahkan penduduk rentan untuk mendapatkan administrasi kependudukan. "Kita akan datang ke rumah warga rentan yang membutuhkan adminduk, misalnya saja e-KTP. Kita akan lakukan perekaman dengan home visit, dan jika sudah selesai pencetakan e-KTP juga akan langsung kita antarkan ke rumah," jelasnya. 

Kategori penduduk rentan, terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu korban bencana alam, korban kerusuhan sosial, orang terlantar, komunitas adat terpencil, dan menempati kawasan hutan, tanah negara/tanah sengketa pertanahan.

Sebelum melakukan home visit perekaman e-KTP, Syamsul menjelaskan bahwa Dispendukcapil akan melakukan koordinasi dengan kelurahan untuk memastikan kelengkapan data dan dokumen dasar yang bersangkutan. "Kelengkapan dan kejelasan data penduduk rentan sebelum perekaman ini sangat penting supaya dokumen adminduk yang kita berikan akurat,"ujarnya.

Tak hanya dengan kelurahan setempat, selama pelaksanaan perekaman data adminduk Dispendukcapil juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memastikan situasi dan kondisi penduduk rentan selama proses perekaman. "Peran TRC ini cukup membantu selama melakukan perekaman,"ujarnya.

Saat ditanya mengenai kendala pada program Incip Duren, Syamsul menjelaskan bahwa sejak dimulainya Incip Duren hingga saat ini belum ada kendala yang ditemui. Hanya saja dalam mendapatkan kelengkapan dokumen dasar penduduk rentan kadang membutuhkan waktu yang lumayan lama. "Untuk mendapatkan kelengkapan data dasar ini kadang memakan waktu, makanya kadang waktu dari permohonan yang dikirim kelurahan hingga home visit bisa berjarak 1-2 minggu. Tapi jika datanya sudah lengkap dan tepat, perekaman home visit dapat segera dilakukan," jelasnya. 

Kebutuhan dokumen dasar yang dimaksud seperti akte kelahiran, asal usul dan data orang tua. "Jika belum memiliki akte kelahiran, akan kita buatkan terlebih dahulu," ujarnya. 

Lebih lanjut Syamsul menjelaskan bahwa kelengkapan data penduduk yang akurat itu penting untuk menghindari permasalah hukum di kemudian hari. "Kita harus berhati-hati dalam memberikan adminduk, agar dokumen kependudukan yang kita keluarkan akurat," terangnya. 

Terakhir Syamsul menuturkan bahwa Dispendukcapil akan terus meningkatkan pelayanan adminduk agar masyarakat dapat mengakses adminduk secara penuh, tanpa terkecuali. Baik itu penduduk biasa maupun rentan. kominfo