Gerindra 'Kuasai' Pelantikan di Grahadi Hari Ini

Simulasi pelantikan para pejabat di Gedung Grahadi Surabaya

 

10 Kepala Daerah di Jatim Hasil Pilkada serentak tahun 2020 Berusia Dibawah 46 Tahun

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dari 19 kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur, Jumat (26/2/2021) hari ini hanya 17 kepala daerah yang akan dilantik. Sementara, dua kepala daerah lainnya, yakni Bupati Pacitan terpilih dan Bupati Tuban terpilih, menunggu masa jabatan bupati saat ini berakhir. Yakni untuk Bupati Tuban, berakhir 20 Juni 2021. Sementara Bupati Pacitan berakhir 4 April 2021. Dari 17 kepala daerah yang dilantik, justru Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan “menguasai” Gedung Negara Grahadi Jawa Timur. Bukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Partai Gerindra dan PPP, menjadi pemenang dalam Pilkada Serentak 2020 di Jatim Desember 2021 kemarin. Yakni menguasai 12 daerah. Sementara Partai Demokrat dan PDIP, mendominasi di 11 daerah. Termasuk di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik.

Khususnya Kabupaten Gresik, PDIP bisa merebut kemenangan dari PKB yang sebelumnya selalu menguasai kota Pudak itu dibawah duet Sambari Halim – M Qosim. Tak heran, kemenangan pasangan Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wakil Bupati terpilih Aminatun Habibah akan menjadi tantangan bagi dirinya untuk bersinergi dengan kota Surabaya dan kabupaten Sidoarjo menjadi sebuah daerah yang integrasi.

"Melalui kolaborasi ini kedepan Kabupaten Gresik, Pemerintah Kota Surabaya, dan Kabupaten Sidoarjo tumbuh bersama. Bukan sebaliknya daerah satu dengan lainnya tumbuh sendiri-sendiri," ujarnya, Kamis (25/02/2021).

Menurut Gus Yani, dengan cara itu maka persoalan antara kabupaten maupun kota bisa dibicarakan bersama. Selain itu, adanya kolaborasi ini nantinya tercipta inovasi bersama terkait dengan pembangunan ekonomi daerah.

Sedangkan, PKB yang menjadi pemenang Pemilihan Legislatif 2019, hanya bisa meraup 5 daerah dari 19 daerah di Jatim. Termasuk Kabupaten Sidoarjo yang mengusung Ahmad Mudhlor Ali (Gus Mudhlor) dengan Subandi.

 

Kepala Daerah Muda

Selain itu, dalam 17 kepala daerah yang dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Jumat (26/2/2021) hari ini, juga akan banyak diisi kepala daerah berusia muda.

Diantaranya, Bupati Kediri terpilih Hanindhito Himawan Pramana yang masih berusia 28 tahun. Dhito, sapaan Hanindhito merupakan anak dari Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung. Pasangan Dhito dan Dewi Maria Ulfa ini diusung hampir mayoritas partai pengusung, yakni PDIP, PPP, PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKS, PPP, PAN dan Demokrat.

Selain Kediri, juga ada Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo. Gus Yani kelahiran 28 Juni 1985, atau pada tahun 2021 saat ini, dia berusia 35 tahun 8 bulan. Sebelum menjadi Bupati terpilih, Gus Yani justru kader PKB dan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Gresik.

Berbeda dengan Gresik, Kabupaten Sidoarjo ada Gus Mudhlor, yang pada 11 Februari kemarin, baru saja berusia 30 tahun. Sebelum menjadi pemenang Pilkada Kabupaten Sidoarjo, Gus Mudhlor yang putra ulama NU yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bumi Solawat KH Agoes Ali Mahsyuri ini adalah Sekretaris GP Ansor Sidoarjo.

Kemudian, Bupati terpilih yang masih berusia muda, yakni Bupati Trenggalek terpilih. Mochamad Nur Arifin, berusia 30 tahun saat ini. Gus Ipin yang lahir di Trenggalek, 7 April 1990, ini merupakan calon petahana.

Pada Pilkada 2015 silam, Gus Ipin memecahkan rekor Muri karena menjadi wakil bupati pada usia 25 tahun. Saat Bupati Trenggalek Emil Dardak terpilih jadi Wakil Gubernur Jawa Timur, Ipin pun naik jabatan. Di pilkada kali ini, Gus Ipin berpasangan dengan Syah Muhamad Natanegara yang masih berusia dibawah kepala 30 tahun.

Sedangkan, kepala daerah berusia muda yang ikut dilantik pada Jumat (26/2/2021) hari ini, adalah Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi ST., MT. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya dan mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya ini baru berusia 43 tahun.

Selain itu juga ada Bupati Mojokerto terpilih Dr. Ikfina Fahmawati yang Januari 2021 kemarin berusia 43 tahun. Kemudian Achmad Fauzi, SH, MH Bupati Sumenep terpilih yang masih berusia 41 tahun. Bupati Tuban terpilih Hj. Rini Syarifah, kelahiran 15 Mei 1977, saat dilantik masih berusia 43 tahun. Lalu ada Bupati Ngawi terpilih Ony Anwar Harsono ST, MH yang pada 15 Desember 2020 lalu genap berusia 41 tahun. Dan terakhir Bupati Banyuwangi terpilih Ipuk Fiestiandini Azwar Anas, yang telah berusia 46 tahun.

 

Prokes Ketat

Terkait pelantikan 17 pasangan kepala daerah terpilih di Jawa Timur, seluruh persiapan dilakukan dengan Protokol kesehatan (prokes) sangat ketat. Bahkan, para calon kepala daerah terpilih yang akan dilantik, harus melalui pemeriksaan hasil PCR Swab bebas Covid-19.

Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Kepala Daerah Jatim 2021 Aries Agung Paewai. "Jika membawa surat keterangan kesehatan sendiri, maka minimal harus H-1 acara hasil PCR yang ditunjukkan dan itu harus negatif," kata Aries, Kamis (25/2/2021).

Pemprov Jatim menyiapkan tim kesehatan dari tiga rumah sakit yakni RS Menur, RSU dr. Soetomo dan RS Paru Surabaya di sekitar area ruang pelantikan untuk melayani tes rapid antigen saat hari hari pelantikan.

Lalu, apabila jika ada kepala daerah yang positif Covid-19 saat dilantik, tambah Aries, akan disiapkan ruangan tersendiri dengan virtual. "Antisipasinya sudah disiapkan tempat khusus untuk pelantikan. Pelantikan akan dilakukan virtual melalui zoom dengan protokol kesehatan," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pemprov Jatim ini.

 

Standby di Surabaya

Bahkan, pasangan kepala daerah yang akan dilantik Jumat hari ini juga wajib menetap di Surabaya sejak gladi bersih Rabu (24/2/2021) hingga kegiatan pelantikan selesai dilakukan. Hal ini untuk memudahkan kontrol sekaligus menunggu hasil swab PCR.

Saat pelantikan berlangsung, semua lokasi yang ada di Grahadi akan dikondisikan sangat steril mulai dari pintu gerbang. Pemprov Jatim juga menyiapkan akomodasi berupa bus bagi kepala daerah yang akan dilantik. Akomodasi bus untuk mengantar mulai dari hotel menginap hingga ke lokasi pelantikan.

Untuk memastikan tertibnya protokol kesehatan, masing-masing pasangan kepala daerah dilarang membawa massa. "Di ruang pelantikan hanya ada pasangan kepala daerah beserta istri. Di luar ruangan hanya diizinkan ada satu orang ajudan kepala daerah dan satu ajudan wakil kepala daerah," jelasnya.

Pelantikan digelar dalam tiga sesi. Sesi pertama pelantikan digelar pukul 09.00 WIB diikuti enam pasang kepala daerah. Sesi kedua pukul 13.00 WIB juga untuk enam pasang kepala daerah. Sesi terakhir pukul 16.00 WIB diikuti lima pasang kepala daerah. Para kepala daerah akan dilantik oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. arf/rko/ana/cr2/rmc