Habis Bersepeda Statis, Khofifah Pantau Jawa Timur

Khofifah Indar Parawansa saat berolahraga dengan sepeda statis di rumah dinas Jalan Imam Bonjol Surabaya, yang diunggah di Instagram, Senin (4/1/2021). Sp/Instagram @khofifah.ip

 

Hari Keempat, Gubernur Khofifah Isolasi Mandiri

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sudah empat hari, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjalani isolasi mandiri di Rumah Dinas di Jalan Imam Bonjol Surabaya. Segala aktivitas Gubernur, dilakukan dari rumah dinas secara daring. Bila, pada hari libur, lebih menghabiskan masa rehat dengan cuci pakaian dan nonton drama korea. Saat hari pertama kerja di awal Januari 2021, Khofifah mengendalikan rapat koordinasi melalui virtual menggunakan aplikasi zoom. Sebelum rapat koordinasi jajaran OPD Pemprov Jatim, Khofifah menyempatkan olahraga.

Seperti yang diunggah di akun Instagram @Khofifah.ip, Senin (4/1/2021), dia mengawali isolasi mandiri dengan berolahraga memakai sepeda statis sebelum memimpin rapat koordinasi awal tahun secara virtual.

Dalam unggahannya yang dikutip Surabaya Pagi, mantan Menteri Sosial ini menganjurkan olahraga untuk melawan Covid-19. “Olahraga dulu, cari keringat biar Covid-19 cepat minggat dari badan. Selamat Hari Senin, Bismillah semangat kerja diawal 2021. Pagi ini saya juga rakor awal tahun secara virtual bersama wagub, sekda dan OPD Pemprov Jatim,” tulis Khofifah, Senin (4/1/2021).

Khofifah ternyata tidak sendirian menjalani isolasi mandiri, dia ditemani staf yang juga terkonfirmasi positif COVID-19. Tak lupa dia meminta doa kesembuhan sekaligus memberi semangat  kerja di awap tahun 2021.

“Btw, foto ini diambil staf yang kebetulan isoman juga. Terima kasih doa dan support untuk kesembuhan kami,” lanjut Khofifah.

 

Pulihkan Kebugaran Tubuh

Kondisi Gubernur Khofifah di hari keempat, juga dilaporkan oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Menurut mantan Bupati Trenggalek ini, Gubernur Khofifah tetap menjaga kesehatan karena Khofifah terpapar Covid-19 dengan gejala ringan.

“Kondisi Ibu Gubernur alhamdulillah sehat, dan untuk pemulihan Ibu Gubernur, karena (gejala) ringan atau tanpa gejala fokusnya pada suplemen dan aktivitas yang meningkatkan kebugaran tubuh," ujar Emil.

Meski isolasi mandiri, lanjut Emil, Gubernur Khofifah tetap melaksanakan koordinasi di Pemprov Jatim.  "Beliau masih bekerja tadi, masih rapat virtual Jatim Bangkit koordinasi dan juga sore ini baru saja juga mengkoordinasi hal-hal terkait vaksinasi dan kuratif," imbuhnya.

 

Nonton Drakor

Sebelumnya, Khofifah menjalankan kegiatan selama isolasi mandiri dengan mencuci bajunya sendiri tanpa mesin cuci. Menurutnya, aktivitas itu dia lakukan sekaligus untuk olahraga.

Selain itu, Khofifah menyempatkan menonton film. Dia sempat menonton Start-Up, Drama Korea (Drakor) yang cukup populer bagi penggemar K-Pop dan mengaku mendapatkan inspirasi dari jalan cerita film tersebut.

Film serial 16 episode itu, menurutnya memiliki muatan yang bisa memotivasi anak-anak muda untuk mengejar kesuksesan di era ekonomi digital. “Saya sempat nonton. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film itu. Dari kegigihan berjuang, kerja keras dan kejujuran, kerja sama, berani ambil risiko, dan lain sebagainya,” katanya, Senin (4/1/2021).

Khofifah mengaku jarang sekali menonton film, apalagi Drakor. Namun dia berupaya menyempatkan diri menonton kalau kontennya menginspirasi. “Drakor tidak melulu soal cinta dan romansa. Banyak genre lain yang juga punya cerita dan pesan moral yang kuat. Salah satunya ya ini, Start Up,” katanya.

 

KEK Singhasari

Setelah menonton Start Up, dia ingin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang bisa menjadi seperti Sandbox, latar cerita fiktif berkonsep seperti Silicon Valley yang ada di dalam film Start Up. “Sekarang ada private sector di Jatim yang membangun KEK Singhasari di Malang. Saya harap KEK Singhasari bisa jadi katalisator ekonomi digital lewat pendekatan ekosistem digital terintegrasi,” ujarnya.

KEK Singhasari, kata Khofifah, adalah KEK pertama di Indonesia yang mengintegrasikan potensi wisata budaya, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.

Keberadaan Techno Park di kawasan itu nantinya akan menjadi inkubator bagi pelaku UMKM dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produk melalui start up sehingga bisa bersaing di era industri 4.0 bahkan 5.0. “Semoga nantinya dari KEK Singhasari ini akan lahir unicorn-unicorn baru Indonesia dari Jawa Timur,” katanya. rif/ana/cr2/rmc