Ibu Muda Tewas Terlindas Roda Truk Gandeng

Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan By Pass Sekarputih, Kota Mojokerto. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kecelakaan maut terjadi di depan Kantor Bulog Jalan By Pass Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (10/2) siang.

Kendaraan roda dua bernopol AG 4707 TD, yang ditumpangi pasangan suami istri ini terjatuh akibat bersentuhan dengan truk gandeng. Na'asnya,  sang istri bernama Katiyah (19), warga Dusun Suwur, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Trenggalek terlindas roda belakang truk hingga langsung tewas di lokasi kejadian

Sementara sang suami korban bernama Katijo (53), warga Dusun Tlamang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung selamat dan nampak bersimpuh melihat tubuh istrinya yang sudah tak bernyawa tergeletak di jalan raya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, sopir truk gandeng, Agung Setiyawan (22) warga Kediri yang melaju dari arah Jombang menuju Krian tak mengetahui pasti penyebab tewasnya pengendara motor tersebut.

"Saya taunya pas lihat spion, ada orang jatuh kesenggol di bawah ban bagian belakang truk yang saya bawa ini. Terus saya berhenti," ungkapnya.

Terpisah, Kanit Laka Polresta Mojokerto IPDA Basuni, membenarkan ada satu orang yang tewas akibat kecelakaan maut yang melibatkan seorang pengendara roda dua.

"Satu orang yang meninggal dunia, satunya (suami) selamat dan ikut ambulance bersama jenazah ke rumah sakit," ungkap Basuni, di lokasi kejadian.

Ia menyebut, berdasarkan penyelidikan dan keterangan saksi, kendaraan bebek ini mengalami hilang konsentrasi saat menyalip truk gandeng berwarna merah yang berjalan dari arah bersamaan.

Sehingga diduga menyenggol bagian truk bernopol L 8161 US. Korban terlempar ke kanan dan terlindas ban bagian belakang truk gandeng.

"Untuk informasi adanya truk lain terparkir, saat ada di lokasi kejadian. Kami masih akan melakukan pengembangan lagi. Sementara kendaraan yang terlibat diamankan di Polresta," tandasnya.

Korban tewas langsung dievakuasi PMI Kota Mojokerto dan sejumlah potensi relawan ke Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Dwy