IRT Tewas di Malang Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Tunggu Hasil Visum

Rumah korban dipasangi garis polisi.

SURABAYAPAGI.COM, Malang - RT (56) ibu rumah tangga warga jalan emprit mas sukun kota malang yang ditemukan tewas pada Jum’at (17/9) malam diduga korban pembunuhan.

"Awalnya kita menerima laporan, penyelidikan dan olah TKP sudah kami lakukan," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, Rabu (22/9/2021).

Tinton mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dari jenazah korban. Hasil visum untuk memastikan penyebab dari kematian korban.

“Kita tunggu hasil visum untuk dugaan adanya penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal,” ujar Tinton.

Dari informasi yang didapat, sebelum kejadian terjadi, korban dan suaminya (S) sempat bertengkar. Salah seorang warga sekitar Dedy (39) membenarkan adanya cekcok tersebut.

“Cekcoknya terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, lalu jenazah istrinya ditemukan Sabtu (18/9) malam sekitar pukul 01.00 WIB. Itu pun tahunya saya dari warga lain,” ujarnya.

Namun dirinya mengaku, sang suami yang berinisial S itu sempat datang ke rumahnya untuk nongkrong bersama.

"Jadi, Sabtu (18/9/2021) malam sekitar pukul 00.30 WIB itu, S ini datang kesini dari rumahnya. Setelah itu, ngobrol dan nongkrong sebentar sama saya," jelasnya.

Saat nongkrong itulah, terduga pelaku mendapat kabar bahwa istrinya meninggal dunia di dalam rumah.

"Kata S, istrinya yang berinisial R meninggal di dalam kamar mandi. Padahal setahu saya, istrinya itu tidak memiliki sakit apapun," jujurnya.

Dedy juga mengungkapkan, bahwa jenazah R ditemukan pertama kali oleh anak laki-laki dari pasangan tersebut.

"Dan jenazah itu, langsung dibawa ke Yayasan Gotong Royong untuk disemayamkan," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yanuar (35), penjaga keamanan setempat. Dirinya mengaku, bahwa pasutri itu tinggal di rumah tersebut bersama anak laki-lakinya yang berinisial B.

"Iya, mereka tinggal bertiga di rumah tersebut. Rencananya, mau pindah rumah, enggak tahu kemana. Barang-barangnya sudah diangkutin sama pikap sebelum kejadian ini," terangnya.

Yanuar juga menjelaskan, bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan barang bukti dan melakukan olah TKP.

Dirinya juga mengaku, tidak mengerti dengan jelas penyebab kematian R."Kalau itu kurang tahu, tapi kabar-kabarnya bagian belakang kepalanya sobek dan mengalami luka parah di bagian kepala," tuturnya.

Garis polisi dipasang di pagar rumah yang diduga menjadi tempat kejadian. Di luar rumah terparkir mobil sedan milik penghuni rumah. Warga setempat mengatakan rumah tersebut milik Sofyanto yang sudah tinggal selama 7 tahunan.