Kemenag Jatim Ajak Penceramah Tingkatkan Literasi Sosial, Agama dan Media

Acara Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama. SP/ Kasyfi Fahmi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kemenag Jatim ajak para penceramah untuk meningkatkan literasi sosial, agama dan media. Hal ini dinilai dapat mewujudkan kesholehan umat bernegara, Senin (02/11/2020).

Acara yang diselenggarakan di Hotel Grand Palace Surabaya ini digelar pada tanggal 2-3 November 2020 mulai pukul 09.00 WIB. Acara ini dihadiri secara virtual oleh Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta literasi para pendakwah ini mengundang anggota dari Wilker Surabaya, Wilker Bojonegoro dan Wilker Madura. Kurang lebih ada 100 peserta di setiap angkatan.

Indonesia memiliki "ke-bhinnekaan" tertinggi didunia. Kebhinnekaan yang dimaksud adalah dari sisi agama, budaya, kepercayaan, tradisi, dan lain lain.

Meski terdapat banyak keberagaman, Indonesia berhasil mengelola perbedaan tersebut. Agama-agama yang ada di Indonesia juga rukun dan turut andil dalam membangun kesejahteraan negara.

"Indonesia bukan negara agama islam maupun negara sekuler, tetapi Islam di Indonesia memiliki kontribusi dalam proses berbangsa dan bernegara," ujar Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA., selaku Dirjen Bimas Islam.

Kemenag selaku bagian dari pemerintahan yg diberikan amanah oleh negara, memiliki tugas, yaitu meningkatkan kesholehan umat beragama. Oleh karena itu, Dirjen Bimas Islam menghimbau Kemenag Jatim, "Bekerjasama dengan ormas, tokoh islam dan masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai tempat yang steril dari potensi masuknya paham agama yang esktrem," tambahnya.

Seperti yang kita tahu, bahwa dinamika sosial keagamaan sangat mudah dan cepat tersebar luas. Hal ini menandakan bahwa keberadaan media dalam penyampaian dakwah dinilai sangat kuat.

"Setidaknya kita memiliki 3 (tiga) literasi, yaitu literasi agama, literasi media, literasi sosial. Literasi Media harus dimiliki oleh penceramah untuk menjangkau seluruh penjuru wilayah," ungkap Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA.

Dirjen Bimas Islam itu juga menyampaikan beberapa kebijakan guna membersihkan angka perceraian pada pernikahan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menaikkan jumlah zakat. "Dengan begitu, akan tercipta kesholehan umat dalam bernegara," pungkasnya.

Di penghujung acara sebelum break, sesi tanya jawab dibuka pada para hadirin. Sesi tanya jawab di pandu oleh moderator dan di ambil alih oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf, Jamal.

Jamal berharap pada para pendakwah, "Pemikiran para penceramah lebih tercerahkan, mampu menguasai kehidupan beragama dan bernegara," pungkasnya pada Tim Surabaya Pagi saat di wawancarai di Hotel Grand Palace, Surabaya. mbi