Menikmati Kopi Ala Kafe Kreasi Barista Jalanan

Reza tengah membuat adonan kopi pelanggannya. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Reza Faturachman dengan tekad yang bulat, keahlian, dan modal seadanya mencoba mengadu nasib menjual kopi mahal ala coffee shop di pinggir jalan. Kini kopi buatannya mendapatkan tempat tersendiri di kawula anak muda karena dibanderol terjangkau dan nikmat.

Namun, uniknya Reza tidak menjual kopi buatannya di gerobak seperti menjual berbagai jenis kopi instan atau kopi sachet dengan merek tertentu. Ia justru membuat kopi yang ada di coffee shop di pinggir jalan dengan menu yang dipasang di samping gerobak motornya, lengkap dengan peralatan meracik kopi seperti yang ada di kafe.

"Ini silakan menikmati. Pastinya tidak kalah dengan yang ada di kafe berharga mahal," ungkap Reza, Rabu (2/6/2021).

Keahliannya dalam membuat racikan kopi tersebut dimulai ketika dirinya lulus SMA dan bekerja di salah satu kafe di Merauke, Papua. Namun saat itu dia bekerja bukan sebagai barista, melainkan bagian makanan. Kendati demikian, dia akrab dengan barista yang ada di kafe tersebut dan mulai sedikit banyak belajar cara meracik kopi. Sehingga teknik meracik kopi tersebut dipelajari secara otodidak.

Berbagai jenis kopi racikannya memiliki cita rasa tersendiri dan dinikmati para pemuda pencinta kopi. Tak ayal, karena harganya yang lebih murah dari kopi yang dijual di kafe, ketika berjualan tempatnya selalu dikunjungi para penggemar kopi. Baik itu dari teman-temannya atau orang lain yang sengaja mampir.

"Sebenarnya dengan bantuan beberapa orang, saya diberi pinjaman untuk mendirikan kafe. Namun itu tak kunjung saya lakukan," katanya.

Selain itu, Reza ingin memasyarakatkan kopi yang ada di kafe. Sehingga masyarakat bisa menikmatinya tanpa perlu masuk ke kafe. Apalagi bagi orang menengah ke bawah, juga orang biasa seperti dirinya, minum kopi di kafe akan menguras kantong karena harganya relatif mahal. Dari situ dirinya bertekad menjual kopi seperti itu di jalanan. Pastinya dengan harga lebih murah. Dsy9