Nangis dan Berontak, Satu Siswa SLB Gagal Divaksin

Siswa SLB Pertiwi Kelas 10 yang menolak saat hendak di vaksin di Vaksinasi Merdeka Semeru Polresta Mojokerto. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Satu orang penyandang gangguan mental mengamuk saat hendak di vaksin. Pelajar kelas 10 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pertiwi Kota Mojokerto ini menangis meronta-ronta dan berontak saat petugas hendak menyuntikan vaksin ke lengannya.

Peristiwa itu terjadi dalam giat vaksinasi merdeka semeru bagi penyandang disabilitas yang digelar Polresta Mojokerto, di Atrium Sunrise Mall Mojokerto, Selasa (10/8/2021).

Acara yang dibuka langsung Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan ini dihadiri oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Agustinus Herimulyanto.

Dalam laporannya, Kapolresta Mojokerto, mengatakan vaksinasi merdeka semeru ini digelar secara serentak di seluruh jajaran Polres dan Polresta se Polda Jawa Timur.

"Ada 76 penyandang disabilitas yang ikut vaksinasi hari ini. Diantaranya, difabel wilayah Kota Mojokerto sebanyak 27 orang, difabel wilayah utara Kabupaten Mojokerto sebanyak 17 orang, SLB Kota Mojokerto sebanyak 12 orang, SLB Kabupaten Mojokerto 9 orang dan ODGJ Kota Mojokerto sebanyak 11 orang," jelasnya.

Mantan Kapolres Pasuruan ini menambahkan tenaga kesehatan yang dilibatkan sebanyak 18 personil.

Terdiri dari Nakes Dinas Kesehatan Kota Mojokerto sebanyak 6 orang, Nakes Akper Kosgoro sebanyak 6 orang, Staf Urkes Polres Mojokerto Kota sebanyak 2 orang dan relawan sebanyak 4 orang.

"16 nakes itu kita libatkan untuk melakukan screening dan suntik vaksin bagi puluhan disabilitas," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan percepatan vaksinasi covid-19 terus dilakukan Pemkot Mojokerto. Salah satunya dengan menyasar para penyandang disabilitas. Harapannya, mereka juga bisa terlindungi dari paparan virus corona.

"Memang disabilitas sudah masuk sasaran di tahap 4, jumlah disabilitas Kota Mojokerto ada 837 orang. Namun sebagian memang sudah mendapatkan vaksin pada kategori sebelumnya dan ada sebagian kecil sisanya akan kami berikan vaksin sinopharm yang khusus untuk disabilitas," jelasnya.

Petinggi Pemkot ini menyebut, total jumlah disabilitas di Kota Mojokerto sebanyak 837 orang. Sedangkan dosis vaksin sinopharm yang diberikan baru sebesar 167 dosis.

"Hari ini kita kerjasama dengan kuota yang ada di Polresta Mojokerto, semoga nanti sinergi bersama-sama ini kita bisa segera menyelesaikan yang 837 tersebut," ujarnya. Dwy