Peduli Lingkungan, Lamongan Gerakkan Tanam Bambu

Bupati Yuhronur Efendi saat mengawali gerakan menanam bambu di TPA Tambakrigadung. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Tanaman bambu yang kian hari kian menipis bahkan sebagian besar di kampung-kampung sudah hilang, kini tanaman dengan banyak rantai cabangnya ini kembali digerakkan oleh Pemkab Lamongan.

Dengan tagline peduli lingkungan, gerakan tanam bambu mulai dicanangkan oleh bupati Yuhronur Efendi, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung Kecamatan Tikung, Rabu (16/6/2021) kerjasama bank milik pemerintah BRI.

Ada sebanyak 1.400 pohon bambu yang siap ditanam dalam mengawali gerakan ini,  yang juga dilaksanakan di empat kecamatan berbeda di Kabupaten Lamongan, yakni Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sugio dan Sukodadi.

Pada kesempatan tersebut Bupati yang biasa dipanggil Pak Yes mengatakan, gerakan tanam pohon melalui program mengetuk pintu langit brilian inisiasi Kanwil BRI Surabaya, selain sebagai bentuk pemulihan ekosistem juga sebagai bentuk pengembalian fungsi ekosistem untuk menciptakan penghidupan berkelanjutan.

Begitu pula pemilihan pohonnya, Bupati Yes menerangkan pemilihan bambu dirasa sangat tepat dan efektif, karena selain memiliki resapan air paling bagus, bambu juga dapat menangkal tanah longsor dan angin puting beliung.

“Kenapa harus bambu? yang saya tahu, bambu ini lebih efektif dibanding pohon lainnya untuk mendapatkan udara lebih jernih dan bersih. Akan sangat sesuai dengan kondisi tanah kita, secara spesifik bambu ditanam untuk menangkal tanah longsor dan angin puting beliung dan menangkal radikal bebas. Pohon bambu juga terbukti kuat,” ungkap Yes.

Bupati Yes juga mengungkapkan, penanaman pohon di TPA Tambakrigadung ini selain bermanfaat untuk merestorasi ekosistem juga dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat.

 “Seperti yang kita tahu, banyak sekali kemanfaatan pohon bambu, mulai dari akarnya, batangnya bisa dimanfaatkan semuanya,” terang Yes.

 

Lebih lanjut Yes menerangkan, selain TPA Tambakrigadung, Pemkab Lamongan juga memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPSP) yang dapat mengolah 50 ton sampah setiap harinya dan sampah yang tidak dapat diolah di TPSP akan dikirimkan ke TPA ini.

Selaras dengan Bupati YES, Pimpinan Wilayah BRI Surabaya Triswahyu Herlina dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan menanam dilakukan mengingat pentingnya untuk memperbaiki kondisi iklim yang semakin tahun semakin naik suhunya. Sehingga dengan menanam kondisi iklim kembali sejuk dan hijau kembali.

“Mengapa kami menanam? karena kita perlu memperbaiki kondisi iklim kita, jika tidak dihijaukan akan panas , ke depan semoga penanaman pohon bambu ini dapat memberi kemanfaatan untuk daerah dan masyarakat sekitar,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Lingkungan Hidup sejak Januari 2021 telah menanam sebanyak 15.000 pohon dengan berbagai jenis seperti pohon trembesi, sukun serta mangga yang tersebar di seluruh kabupaten. jir