Putra Papua Juara Malaysia Masters 2022

Ekspresi Chico Aura Dwi Wardoyo usai meraih juara Malaysia Masters 2022

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kejutan terjadi di Malaysia Masters 2022. Tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo yang datang bukan sebagai unggulan, mampu meraih juara Super Series 500 Malaysia Masters 2022. Chico, pemain kelahiran Papua, 24 tahun lalu ini membawa pulang hadiah uang USD 27 Ribu atau setara Rp 405 juta. Ini jumlah uang yang lumayan besar sebagai juara Malaysia Masters 2022.

Apalagi bagi Chico, yang dalam menuju final hingga juara berhasil mengalahkan para pemain top 10 dunia, merupakan gelar juara BWF World Tour Seri 500 pertama.

Pada final Malaysia Masters 2022 di Axiata Arena Kuala Lumpur, Minggu (10/7/2022), Chico Aura Dwi Wardoyo tampil luar biasa menghadapi unggulan kedelapan asal Hongkong, Ng Ka Long Angus. Chico menang atas pebulutangkis Hongkong, dua game langsung, 22-20 dan 21-15, dalam waktu 45 menit.

Kemenangan ini membuat Chico bangga dan tidak menyangka bisa menyabet gelar juara di Super 500. "Pastinya senang dan bangga bisa meraih gelar pertama di Super 500. Saya tidak menyangka bisa juara di sini tapi ini juga berkat persiapan saya yang menurut saya cukup baik jelang turnamen ini," ungkap Chico.

Kini, tambah Chico, ia berharap lebih percaya diri di turnamen mendatang. "Saya berharap ini menjadi bentuk tambahan kepercayaan diri menuju turnamen-turnamen selanjutnya. Saya ingin lebih enjoy dalam setiap permainan yang saya jalani," harapnya.

Sementara, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi juara Malaysia Masters 2022 usai berjaya dalam All Indonesian Final lawan sang senior, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Fajri, sapaan akrab keduanya, membutuhkan waktu 32 menit untuk membukukan kemenangan 21-12, 21-19 atas Hendra/Ahsan.

"Senang dan bangga. Bukan hanya karena juara, tapi karena bisa menang lawan senior kami apalagi sudah sangat berpengalaman," kata Rian, dala keterangan tertulis PBSI yang diterima Surabaya Pagi, Minggu (10/7/2022).

Meski begitu, lanjut Rian, dirinya bersama Fajar akan tetap mengevaluasi menjelang Kejuaraan Dunia yang rencananya akan digelar di Jepang, bulan Agustus 2022 mendatang. “Tetap banyak evaluasinya walau sudah dapat tiga gelar dan tiga runner up. Kami tetap tidak mau mudah puas karena masih banyak turnamen di depan yang ingin kami raih. Salah satunya Kejuaraan Dunia," imbuhnya.

"Minggu lalu kami menjadi runner up dan hari ini kami bisa menjadi juara pastinya tidak mudah. Karena stamina sudah terkuras tapi kami bagaimana caranya untuk bangkit, untuk bisa lebih baik lagi," timpal Fajar. pbsi/krm/rmc