Resmi Dibuka, Pengunjung Wisata Masih Sepi

Pantai Pancer Door di Pacitan yang kini telah dibuka kembali.

SURABAYAPAGI.COM, Pacitan - Berdasarkan Inmendagri  yang menetapkan kabupaten Pacitan turun ke level 2, pemerintah setempat resmi membukan obyek wisata mulai Jum’at (19/11). Salah satunya Pantai Pancer Door.

Kendati resmi dibuka, namun kunjungan ke destinasi pantai itu memang masih relatif sepi. Hal tersebut dibenarkan pihak pengelola. Penjaga loket, Khoiruddin (39) menjelaskan angka kunjungan belum menunjukkan kenaikan. Bahkan bisa dibilang masih statis.

Menurut catatannya, sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB jumlah pelancong yang datang tak lebih dari 15 orang. Itu pun merupakan wisatawan lokal. Selebihnya adalah pemancing dan masyarakat yang berolah raga saat pagi hari.

"Mungkin akhir pekan (ramai). Tapi belum tentu juga. Kan sedang musim hujan," ucapnya.

Sesuai ketentuan, petugas memberlakukan protokol kesehatan ketat. Sebelum menarik biaya masuk dan menyerahkan tiket, petugas memeriksa suhu tubuh wisatawan dengan thermogun. Mereka juga diharuskan bermasker dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang telah disediakan.

Hanya saja, untuk barcode pedulilindungi belum tersedia di loket. Khoiruddin menduga, perangkat berbasis Teknologi Informasi itu masih disiapkan pihak Disparpora. Untuk sementara, dirinya mewajibkan wisatawan menunjukkan kartu vaksinasi.

Sepinya obyek wisata juga terjadi di kawasan barat, seperti halnya Pantai Ngiroboyo dan Klayar. Namun, kondisi itu diperkirakan hanya terjadi sementara. Hal tersebut karena Jumat bukan merupakan hari libur.

Pengelola Pantai Ngiroboyo, Wildan Nur Swi Harmoko menyebut trend lonjakan wisatawan biasanya terjadi akhir pekan. Mereka bukan hanya datang dari wilayah setempat, melainkan juga dari kota-kota dari provinsi tetangga.

"Kalau hari ini masih adem ayem. Kemungkinan ledakan (kunjungan wisata) terjadi Sabtu Minggu," katanya.

Masih menurut Wildan, beragam persiapan pun dilakukan pengelola Pantai Ngiroboyo untuk menyambut pengunjung. Selain pembenahan fasilitas umum, pihaknya juga sudah melengkapi diri dengan aplikasi pedulilindungi.

Tidak itu saja, pengelola juga menyiapkan sarana pendukung lain semisal wi-fi untuk berbagi sinyal internet. Hal itu untuk mengantisipasi jika ada wisatawan yang tidak dapat mengakses internet. Satu di antaranya karena keterbatasan sinyal bagi provider tertentu.

"Sudah kita uji cobakan. Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya nanti berjalan lancar," harap Wildan.