Respon Pembakaran Bendera Partai, DPC PDIP Bojonegoro Datangi Mapolres

Penyerahan pernyataan sikap DPC PDI Perjuangan Bojonegoro ke Polres Bojonegoro.SP/her

SURABAYAPAGI.COM. Bojonegoro- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bojonegoro, bersama Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA), Fraksi, simpatisan partai dan badan partai hari ini mendatangi Mapolres Bojonegoro.

Kedatangan segenap pengurus partai berlambang banteng itu, merespon peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan di depan gedung DPR/MPR yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2020 lalu.

Kala itu, ditengah sekelompok masa yang melakukan aksi penolakam terhadap RUU HIP, terdapat beberapa orang yang diduga dengan sengaja melakukan pembakaran terhadap bendera PDIP.

Sekertaris DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Hasan Abrory mengatakan, kedatangan pihaknya ke Mapolres Bojonegoro membawa beberapa sikap partai.

Sikap tersebut, sebagai langkah partai dalam menghadapi gencarnya tudingan miring yang disematkan oleh oknum tidak bertanggung jawab akhir- akhir ini.

"Ini sebagai sikap PDIP Bojonegoro dalam merespon berbagai tudingan dan serangan yang di tujukan ke Partai," terangnya

Hasan mengatakan, keseluruhan ada 4 poin penting yang dibawa pihaknya ke Mapolres Bojonegoro, antara lain:

1. Mengecam keras aksi provokasi dan hasutan yang dilakukan dengan aksi
pembakaran bendera PDI Perjuangan.

2. Mengecam keras berbagai ancaman, tuduhan dan fitnah kepada keluarga besar PDI Perjuangan.

3. Mendesak kepolisian Republik Indonesia sebagai aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruhaktor pembakaran bendera PDI Perjuangan.

4. Mendesak pihak kepolisian Republik Indonesia sebagai aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas berbagai hoax, hasutan, ujaran kebencian dan fitnah keji terhadap PDI Perjuangan, karena merusak nama baik PDI Perjuangan, serta berpotensi menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

Di kesempatan itu, turut dimanfaatkan Hasan untuk memberi himbauan kepada seluruh kader dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro agat tetap jaga persatuan dan kerukunan.

Selain itu ia juga meminta masyarakat untuk memperkuat gotong royong serta ketaatan terhadap hukum. Hal itu menurutnya, agar masyarakat idak mudah terprovokasi dan dipecah belah oleh pihak-pihak yang mempunyai itikad buruk terhadap kerukunan serta persatuan bangsa.

"Kita harus perkuat persatuan agar tidak mudah terprovokasi," tandasnya. Her