Rumah Sakit Lapangan Banjir Pasien Covid-19, Indikasi Varian Omicron

Dua pasien covid-19 klaster kantoran di RSDLB yang hari ini dinyatakan sembuh oleh dokter penanggungjawab pasien .SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI, Bangkalan - Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (RSDLB) selama seminggu terakhir kebanjiran pasien covid-19.

Data yang diterima Surabaya Pagi, hingga 16 Februari 2022, pukul 13:30 WIB, setidaknya ada sekitar 41 pasien covid-19 yang tengah menjalani perawatan di RSDLB.

Ketua relawan covid-19 RSDLB Radian Jadid saat dihubungi menyampaikan, jumlah 41 pasien tersebut berasal dari 4 klaster dua diantaranya adalah kluster keluarga dan klaster perusahaan.

Kluster terbanyak kata Jadid, berasal dari klaster perusahaan dengan jumlah sebanyak 21 pasien. Sementara sisanya tersebar di klaster kantor, instansi dan klaster keluarga.

"Untuk hari ini ada dua orang pasien yang wisuda. Salah satunya adalah pasien klaster kantor, sudah pernah kena covid dan sudah vaksin 1, 2 dan booster. Sedangkan satu lagi belum pernah kena covid, sudah vaksin sinovac 1 dan 2, tapi belum dapat vaksin booster. Keduanya mengalami gejala ringan dan berasal dari Surabaya," kata Radian Jadid kepada Surabaya Pagi, Rabu (16/02/2022).

Lebih lanjut ia jelaskan, bagi 41 pasien yang tengah menjalani perawatan di RSDLB, belum diketahui apakah ada pasien yang terkonfirmasi varian Omicron atau tidak.

Hal ini karena, belum ada pemeriksaan lebih lanjut untuk sampel dari pasien covid-19. Kendati begitu, ada beberapa pasien yang diindikasi terkena varian omicron.

"Tidak. Karena belum di WGS, namun dari ciri, gejala dan keluhan dari para pasien, mengarah ke ciri-ciri omicron. Termasuk dari klaster perusahaan yang pasiennya puluhan orang, bersamaan," aku Jadid.

Jumlah 41 pasien yang saat ini dirawat di RSDLB diprediksi akan terus bertambah. Selain karena adanya varian Omicron yang memiliki penyebaran lebih cepat, upaya pemerintah dalam menyisir pasien OTG melalui test, tracing dan treatment (3T) juga semakin gencar.

Ditambah lagi, adanya layanan Undercover 112 Covid-19 besutan pemerintah kota Surabaya semakin mempercepat penelusuran warga yang terkena virus asal wuhan ini.

"Masih mungkin nambah, kita menunggu hasil test saja," katanya singkat.

Sebagai tambahan, adanya lonjakan kasus covid-19 ini pun menjadi salah satu indikator naiknya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Surabaya menjadi level 3.

Kenaikan ke level 3 ini berlaku sejak 15 Februari 2022 kemarin hingga 21 Februari 2022. Secara legal formal, pemberlakuan level 3 di Surabaya diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 10 Tahun 2022.sem