Sejumlah Jalan Rusak Paska Banjir Mulai Diperbaiki

Bupati dan wakil bupati Lamongan saat melihat langsung jalan yang rusak dan berlubang. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan - Sejumlah jalan rusak akibat banjir yang melanda hingga 2 bulan ini, mulai diperbaiki. Meski perbaikannya masih menutup jalan berlubang, namun demikian jalan tersebut akan diperbaiki dengan pengaspalan ditargetkan sebelum hari raya Idul Fitri sudah selesai.

Jalan Poros Nasional, Kabupaten dan Kecamatan  yang mulai dikerjakan adalah, jalan nasional Rejosari Gajah Kecamatan Deket, Pengerjaan jalan nasional sepanjang 1,35 km ini diupayakan dapat diselesaikan dua minggu lebih cepat dari jadwal penyelesaian sebelumnya. 

"Perbaikan jalan nasional di Deket ini diperkirakan dua Minggu selesai, saya minta himbauan dan tanda perbaikan jalan, serta penerangan akan segera dipasang untuk menghindari kerawanan pengendara," kata Yuhronur Efendi bupati Lamongan, saat sidak jalan Nasional di Rejoso Deket, Selasa (2/3/2021).

Bupati juga meninjau perbaikan jalan poros kecamatan mulai dari spot-spot perbaikan di ruas Desa Sambopinggir Karangbinangun, Desa Tunjungmekar Kalitengah, serta perbaikan jalan Pucangro Kalitengah. 

Selain itu, Nur panggilan akrab bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 lalu itu, juga melakukan peninjauan perbaikan ruas jalan Sukodadi depan SPPBE. "Beberapa titik sudah mulai diperbaiki dengan menggunakan bantuan alat berat. Untuk perbaikan jalan Pucangro masih belum diadakan kegiatan karena menunggu surutnya air," jelasnya.

Yang jelas kata Nur, perbaikan jalan ini akan dipercepat sementara agar tertutup dulu, agar pengguna jalan bisa lewat dengan nyaman. "Yang sekarang ada genangan, nanti begitu genangannya kering langsung kita aspal, kita tutup lagi," ungkapnya. 

Perbaikan jalan rusak pasca banjir ini tambah Nur, ditarget sebelum hari raya ini semua jalan bisa dilewati dengan nyaman. "Kita memerlukan proses, seperti ini masih penanganan darurat, yang penting bisa dilewati dengan nyaman dulu, baru akan dilakukan peninggian jalan dan pengecoran yang baik,” tambah Bupati Nur.

Tidak hanya berhenti dengan sidak jalan nasional, Bupati Nur juga meninjau Sluis Kuro melalui Lak Wangen untuk memastikan ketinggian air. “Kita sekarang masih melihat di Kuro, hari ini selisih 30 cm. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar dan genangan-genangan air bisa segera surut,” terang Bupati. jir