Semangat Yuri Kreasikan String Art Hingga Pasar Nasional

Reyfilta Yuri Esmeralda dengan kreasi string art miliknya. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Di masa pandemi Covid-19 ini membuat banyak UMKM serta bisnis ekonomi semakin menurun. Tapi tidak untuk Reyfilta Yuri Esmeralda, ia terus berinovasi dan berkreativitas berupa bisnis string art yang ia tekuni hingga mampu bersaing di pasar nasional. Rata-rata dipesan untuk cendera mata.

Ide berkreasi string art tersebut berawal dari mencoba mengkreasikan sketsa wajah pada seni menggambar dengan benang dan paku tersebut. Namun tak disangka, ia mendapat respon positif dari para pelanggannya. “Alhamdulillah responnya bagus. Karena lebih unik,” tegasnya.

Reyfilta Yuri Esmeralda yang akrab disapa Yuri ini mengaku mempertahankan usahanya di tengah pandemi Covid-19 ini tidak mudah. Banyak kendala yang dialaminya. Terutama soal pemasaran. Sehingga membuatnya harus memutar otak agar kreasinya tersebut bisa diterima siapa saja.

“Dulu itu lebih banyak dipesan untuk kado pacar, teman, dan keluarga. Nah, karena pandemi membuat orderanku semakin sepi, jadi aku berpikir keras bagaimana caranya string art ku ini diterima siapa saja dan di momen apa saja,” terangnya.

Salah satu produk string art berlogo tim sepakbola. SP/ TLG

Ia juga mencoba membuat inovasi string art berupa gambar-gambar logo perusahaan, tim sepakbola dan lainnya. Karena ia ingin membidik pasar cendera mata. Dengan begitu, ia tidak bergantung pada momen tertentu.

“Kalau dulu lebih banyak dipesan pada momen perpisahan sekolah, wisuda, sekarang bisa dipesan kapanpun. Misalnya untuk cendera mata kantor, prakerin, atau bahkan seserahan pernikahan,” jelas pemilik akun Instagram String Art Tulungagung ini.

Saat ini karyanya dapat bersaing di pasar nasional berkat inovasi dan kreativitasnya tersebut. Tak hanya itu, karyanya kini banyak dipesan dari kota-kota besar. Seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, dan masih banyak lainnya. “Sekarang orderan yang masuk perlahan bertambah. Semoga bisa normal kembali seperti sebelum Covid-19 hingga 5-6 orderan perbulan” ungkapnya.

Menurutnya, dari usaha tersebut, ia mampu punya modal untuk mengembangkan usaha lain berupa outlet es kopi. Ia berharap kedua usahanya ini dapat berjalan beriringan. “Lebih penting lagi, yakni aktif promosikan produk di marketplace. Karena menuju new normal ini, sangat dimungkinkan kebutuhan craft kembali normal,” tandasnya. Dsy16