Tercatat Warga Jatim Alami 353 KIPI Usai Divaksin Covid-19

Dinkes Jatim mendata ada 353 warga yang mengalami KIPI usai disuntik vaksin Covid-19. SP/PATRICK

SURABAYAPAGI, Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mendata setidaknya ada 353 warga jawa timur yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), usai disuntik vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur Herlin Ferliana menyampaikan, tiga diantaranya adalah KIPI serius, sisanya sebanyak 350 adanya KIPI dengan gejala non serius atau ringan.

Dirinya memastikan, semua nakes memantau dengan ketat seluruh peserta vaksinasi selama 30 menit setelah imunisasi sehingga KIPI terdeteksi dengan baik. "Untuk tiga KIPI yang serius, itu setelah menggunakan vaksin AstraZeneca. Namun setelah kita teliti, semuanya adalah koinsiden. Artinya tidak terkait dengan vaksinasi," tegas Herlin, kemarin.

Selanjutnya untuk KIPI non serius sebanyak 350 kejadian, berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Timur, 284 KIPI yang terjadi adalah karena penggunaan vaksin AstraZeneca. Sebanyak 66 KIPI yang terjadi karena menggunakan vaksin Sinovac. "Gejala yang dialami adalah demam, diikuti mual dan muntah," tegas Herlin. 

Laporan terkait KIPI ini juga sempat disampaikan Herlin saat rakor dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait progres vaksinasi di Jatim. Lebih lanjut Herlin mengatakan bahwa saat ini perlu dilakukan penggerakan kembali secara masif vaksinasi Covid-19. Terutama setelah libur Lebaran 2021 ada kecenderungan minat vaksinasi yang menurun. 

Progresnya untuk vaksinasi di Jatim secara keseluruh sasaran baik itu SDM Kesehatan, Pelayanan Publik dan lansia sudah 44,71 persen. Dengan total stok di Jatim saat ini masih ada 2,4 juta dosis, termasuk yang ada di kabupaten kota. 

"Kalau dilihat dari progres per sasaran, untuk SDM Kesehatan sudah 109 persen, untuk pelayan publik sudah 73,49 persen. Yang memang harus masih didorong adalah lansia yang progresnya masih 16,5 persen," tegas Herlin. 

Di sisi lain, Herlin juga mengatakan bahwa di dua pekan ini pihaknya mengingatkan agar penggunaan vaksjn AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV516 yang didistribusikan pada Maret lalu akan expired tanggal 31 Mei 2021. 

"Kami memohon pada kabupaten kota untuk mengidentifikasi di fasyankes imunisasi khususnya milik TNI Polri agar vaksin tersebut segera digunakan. Vaksin AZ juga bisa diberikan ke puskesmas untuj didistribusikan ke sasaran baru jika sasaran TNI Polri sudah divaksin dan masih ada sisa," pungkas Herlin. (tn/na)