Tim Unit Bantuan Bencana Alam FK Unair Kirim Bantuan Logistik

Bantuan yang diterima RSLI untuk pasien covid 19. SP/Anggadia Muhammad

Bantu Kebutuhan Dasar Pasien Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) klaster Madura

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Tim Unit Bantuan Bencana Alam Fakultas Kedokteran Unair dan perwakilan mahasiswa mengirimkan bantuan berupa kebutuhan dasar pasien Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya dari klaster Madura, Minggu (13/6/2021).

Kegiatan ini merupakan kepedulian Unair, RSUD dr Soetomo dan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga RSTKA dalam rangka tanggap darurat untuk menyikapi lonjakan pasien di RS Lapangan Indrapura yang datang dari berbagai daerah dan terutama terjaring dalam tracing swab penyekatan di Suramadu..

Kegiatan ini guna membantu mereka yang berasal dari hasil penyekatan Suramadu dan beberapa yang berasal dari kasus Bangkalan. Karena banyak dari mereka tidak menyangka langsung dibawa ke RSLI.

"Banyak dari pasien yang tidak membawa baju ganti, dan perbekalan lainnya, sehingga kita menilai bahwa sangat perlu untuk membantu para pasien yang di karantina agar bencana pandemic Covid ini tidak mengarah ke Social Disaster yang tidak diinginkan", Ujar dr. Agus Hariyanto,Sp.B. selaku direktur RSTKA.

Kauleh selaku oreng medureh mator sakalangkong, atas ringpering panjenengan sedejeh. Moga-moga Alloh seng males.” ujar salah satu pasien.

Seperti data yang diterima oleh Surabaya Pagi, Hingga Minggu siang (13/6/2021) sudah 350 pasien yang dirawat. Rinciannya terdiri dari 76 dari Pekerja Migran Indonesia (PMI), 179 dari Klaster Madura (kasus Bangkalan dan hasil penyekatan Suramadu), 12 dari pondok pesantren ( serta 83 pasien umum/mandiri.

Kondisi mereka rata-rata dari tanpa gejala hingga gejala ringan dan sedang, serta konfirmasi swab PCR positif dengan nilai CT Value kebanyakan di bawah 25 sehingga berpotensi besar menular.

Penanggungjawab RSLI, Laksma dr Nalendra mengatakan dengan kondisi ini pihaknya berusaha untuk melakukan yang terbaik guna penyembuhan pasien.

"Kita lakukan penambahan tenaga medis maupun bed serta sarana dan prasarana guna memenuhi kelayakan dan kesiapan menangani penyembuhan pasien covid-19", tutup Nalendra. ang