Vaksin Sinopharm China Tidak Efektif Pada Lansia

Vaksinasi Covid-19 pada lansia. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penggunaan vaksin Sinopharm China tidak efektif di kalangan orang tua atau lansia terhadap virus corona Covid-19. Terbukti dari hasil survei sampel darah dari 450 orang. Mereka menemukan 50 persen orang usia di atas 80 tahun tidak mengembangkan antibodi pelindung setelah suntik vaksin Sinopharm.

Studi oleh dua peneliti Hungaria ini belum ditinjau oleh ilmuwan lain. Tapi, tiga ahli dari luar negeri mengaku tidak memiliki masalah dengan metodologi studi vaksin yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing Sinopharm.

"Hasil survei ini sangat mengkhawatirkan bahwa orang-orang yang berisiko tinggi justru memiliki respons antibodi yang lebih buruk," kata Jin Dong-yan, ahli virologi Universitas Hong Kong, Minggu (25/7/2021).

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional China mengaku hanya akan menanggapi Penelitian oleh pemerintah atau Lembaga Penelitian besar saja terkait temuan tentang vaksin Sinopharm.

Tapi, seorang juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan para ahli telah mengenai penelitian ini dan mereka akan terus memantau bukti yang tersedia.

Sebenarnya, vaksin Covid-19 yang diteliti ini salah satu dari dua suntikan serupa yang dikembangkan oleh Sinopharm. Penelitian oleh perusahaan milik China ini sebelumnya menunjukkan bahwa hampir semua peserta uji klinis tahap akhir yang berusia di bawah 60 tahun mengembangkan antibodi.

Sedangkan, penelitiannya sendiri juga belum ada cukup bukti untuk mengklaim tingkat efektivitas vaksin Covid-19 miliknya pada lansia. Secara keseluruhan, vaksin Covid-19 ini ditemukan memiliki tingkat efektivitas 78 persen.

Namun, orang-orang di Hungaria telah mencoba mencuri tes antibodi dalam tubuh karena khawatir dengan tingkat efektivitas vaksin Sinopharm tersebut. Dsy8