RSUD dr Soetomo Kekurangan Tenaga Medis, Menkes Kirim 146 Orang

Menkes Terawan Agus Putranto berkunjung ke RSUD dr Soeotomo yang didampingi langsung Dirut RSDS dr Joni Wahyuhadi, Rabu (24/6/2020). Foto: Sp/humas RSUD dr Soetomo

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto akan segera mengirimkan bantuan ratusan tenaga medis untuk rumah sakit rujukan utama Covid-19, RSUD dr Soetomo Jawa Timur. Hal itu menyusul banyaknya dokter di RSUD dr Soetomo yang dikabarkan positif terinfeksi virus corona.

Terawan menjanjikan 146 tenaga medis baik dokter maupun perawat dalam waktu dekat akan dikirim untuk membantu penanganan Covid-19 di RSUD dr Soetomo. "Saya selaku Menteri Kesehatan akan segera mendorong kebutuhan dokter umum maupun perawat 88 orang, dokter umum 58 orang akan kami dorong segera. Gelombang pertama yang kami dorong adalah dokter, kemudian baru perawat," kata Terawan, saat meninjau di RSUD dr Soetomo, Surabaya Rabu (24/6/2020).

Bantuan ini, kata Terawan, merupakan permintaan langsung Dirut RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi. Terawan mengatakan, Joni sempat melaporkan bahwa rumah sakitnya kewalahan menangani pasien corona, yang terus bertambah banyak.

"Ini akan segera kami dorong agar RSUD dr Soetomo bisa lebih ringan. Kita ingin relaksasi terjadi dan kita sudah buat protokol supaya relawan nggak positif," ucap Terawan.

Terkait banyaknya tenaga medis yang terpapar Covid-19, Terawan mengaku telah meminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di rumah sakit.

“Kami sudah izin protokol-protokolnya, supaya para relawan itu juga tidak menjadi positif, dan mereka juga membantu penanganan di RSUD dr Soetomo menjadi lebih ringan,” ujarnya.

 

RSDS Kekurangan Nakes

Senada Menkes Terawan, dr Joni mengakui bahwa dirinya telah meminta bantuan ke Menkes terkait tambahan tenaga medis. Menurutnya hal itu akan membantu tugas, dan mengurangi beban tenaga medis yang sedang bertugas di RSUD dr Soetomo saat ini.

"Saya mohon bantuan tenaga kesehatan, tentang jumlah dan materinya sedang kami pertimbangkan. Ini penting untuk membantu kami, karena biar tenaga kami hanya masuk empat jam terus gantian," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 22 dokter residen peserta PPDS Unair yang bertugas di RSUD dr Soetomo, Surabaya dikabarkan terpapar virus corona. Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengaku mendapatkan informasi itu dari pihak manajemen RSUD dr Soetomo. "Tadi waktu kita ke sana, dari awal sampai akhir ada 22 (dokter residen yang terkonfirmasi corona)," ujarnya, Sabtu (20/6/2020) lalu.

Namun, Dirut RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi menampik informasi 22 dokter residen peserta PPDS Universitas Airlangga (Unair) terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19). Joni menyebut hanya 12 dokter residen yang bertugas di RSUD dr Soetomo yang positif virus corona. Jawaban Joni membantah pernyataan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya soal 22 dokter PPDS positif virus corona. adt